Masjid Ini Berdiri dengan Satu Tiang Utama di Atas Bukit, Kok Bisa?

Pipit Wibawanto, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 408 2401476 masjid-ini-berdiri-dengan-satu-tiang-utama-di-atas-bukit-kok-bisa-IM6ImlWCWL.jpg Masjid An-Nur Nurul Miftahussofyan di Dusun Gomang, Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (iNews)

MASJID An-Nur Nurul Miftahussofyan di Dusun Gomang, Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur berbeda dari yang lain. Masjid yang terletak di atas bukit ini berdiri dengan satu tiang penyangga utama. Di balik arsitekturnya yang unik, tersimpan filosofi mendalam.

Masjid yang dibangun pada 1994 di lingkungan Pondok Pesantren Yayasan Wali Sembilan ini hanya bertumpu pada satu tiang kayu jati besar berdiameter 85 centimeter dan tingginya 27 meter.

Baca juga:  Sudah Berdiri 1.500 Tahun, Hagia Sophia Direnovasi dengan Teknik Canggih

Atap masjid juga tidak menggunakan kubah almunium seperti masjid pada umumnya. Namun, kubahnya dihiasi dengan akar pohon jati besar.

Menariknya, setiap detail bangunan Masjid An-Nur Nurul Miftahussofyan mempunyai makna tersendiri.

“Arsitekturnya ada beberapa makna,” kata KH Abraham Naja, Pengasuh Pondok Pesantren Wali Sembilan yang juga putra ketiga pendiri masjid, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, kayu jati setinggi 27 meter sebagai tiang utama masjid sebagai simbol peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab.

Baca juga: 7 Masjid Unik di Indonesia, Pas Buat Ngabuburit Sambil Wisata Religi

Bentuk bangunan masjid ini memiliki lima pintu utama. Lima pintu masjid tersebut sebagai simbol bahwa Nabi Muhammad menerima kewajiban shalat 5 waktu sehari semalam bagi tiap Muslim yang sudah baligh dan berakal.

Jika bangunan di lihat dari depan, akan tampak tiangnya sebanyak empat buah dan dilihat dari belakang juga bertiang empat. Sehingga dengan tiang utama sebagai penyangga jumlahnya, maka total ada sembilan tiang.

Jumlah tersebut menggambarkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Wali Sembilan.

Awal mula proses pembangunan masjid ini terbilang di luar nalar manusia. Apalagi kayu 27 meter untuk masuk ke Dusun Gomang sangat sulit.

 ilustrasi

Sebab, medannya di perbukitan yang berbelok-belok dan naik-turun. Terlebih lagi dalam mendirikan tiang utamanya sangat susah, karena tidak menggunakan bantuan alat berat, hanya menggunakan lilitan bambu yang dibuat tali penarik.

Namun, berkat kekuatan Allah, tiang utama tersebut bisa berdiri tegak dan dapat dimanfaatkan untuk syiar Islam hingga sekarang. Masjid ini makmur karena menjadi tempat ibadah seperti shalat, mengaji, dan dakwah bagi para santri dan masyarakat sekitar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini