Dubai Segera Miliki Hotel Tertinggi di Dunia dengan 1.000 Kamar Lebih

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 406 2402022 dubai-segera-miliki-hotel-tertinggi-di-dunia-dengan-1-000-kamar-lebih-bjvMoOXpT7.jpg Desain Menara Ciel, hotel tertinggi di dunia sedang dibangun di Dubai (Foto NORR/CNN)

DUBAI di Uni Emirat Arab sedang membangun hotel tertinggi di dunia bernama Menara Ciel. Tingginya mencapai 365 meter atau 1.200 kaki. Hotel ini memiliki lebih dari 1.000 kamar dan suite yang tersebar di 82 lantai.

Hotel tersebut merupakan karya dari arsitektek terkenal, Yahya Jan. Jika melihat ke cakrawala Dubai, Anda kemungkinan besar akan mengagumi karya Yahya Jan.

Baca juga: 8 Fakta Unik Burj Khalifa, Tingginya Hampir Setara Kedalaman Hilangnya KRI Nanggala-402

Dia adalah presiden dan direktur desain dari firma arsitektur dan teknik NORR, yang berada di belakang beberapa landmark kota yang paling terkenal, termasuk Atlantis dan Shangri-La Hotels.

Sekarang Yahya Jan sedang mengerjakan salah satu karyanya yang paling ambisius yakni Menara Ciel yang akan selesai pada tahun 2023.

Untuk proyek tersebut, Yahya Jan ditugaskan merancang gedung pencakar langit di sebidang tanah segitiga di Dubai Marina dengan luas hanya 2.500 meter persegi, cukup kecil untuk bangunan setinggi itu.

Baca juga: Dubai Kota Pertama di Dunia Terapkan Sistem Verifikasi Digital COVID-19 Wisatawan

"Ini adalah properti yang sangat terkompresi. Ini seperti yang akan Anda lihat di Manhattan atau London. Kendalanya sangat besar, namun kami harus menyukseskannya," kata Yahya Jan seperti dilansir dari CNN, Rabu (28/4/2021).

Menurut pengembang The First Group, dek observasi kaca akan menawarkan pemandangan kota secara 360 derajat, serta garis pantai dan landmark ikonik seperti pulau buatan Palm Jumeirah. Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dari kolam renang di puncak gedung dan restoran.

Selain menarik indra, proyek ini hemat energi, menggunakan daya 25% lebih sedikit untuk AC daripada biasanya untuk bangunan serupa, kata Jan.

"Proyek ini bukan hanya tentang arsitektur. Ini tentang arsitektur dan teknik yang bersatu," tambahnya. "Itulah mengapa saya sangat menyukai proyek ini. Itu adalah kesukaan saya, penyatuan sains dan seni."

Dua belas lantai telah selesai tetapi bahkan sampai sejauh ini, Jan mengatakan dia tetap sangat terlibat dalam pekerjaan itu.

"Ketika Anda merancang sebuah proyek serumit Ciel, Anda tidak akan pernah bisa lengah, Anda tidak akan pernah bisa mengatakan itu sudah berakhir," katanya. "Ini proses yang berkelanjutan."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini