Mengenal Yahya Jan, Sang Perancang Hotel Tertinggi di Dunia

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 406 2402118 mengenal-yahya-jan-sang-perancang-hotel-tertinggi-di-dunia-l9mTyMQb3Y.jpg Yahya Jan, arsitek hotel tertinggi di dunia (NORR/CNN)

MENARA Ciel sedang dibangun di Dubai Marina, Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Bangunan yang tingginya sekitar 1.200 kaki atau 365 meter itu ditargetkan selesai pada 2023, dan akan menjadi hotel terjangkung di dunia. Ini salah satu karya paling ambisius arsitek terkenal, Yahya Jan.

Jika melihat ke cakrawala Dubai, maka Anda akan kagum dengan karya Yahya Jan. Dia merupakan presiden dan direktur desain dari firma arsitektur dan teknik NORR, yang berada di belakang beberapa landmark kota yang paling terkenal, termasuk Atlantis dan Shangri-La Hotels.

Baca juga: Dubai Segera Miliki Hotel Tertinggi di Dunia dengan 1.000 Kamar Lebih

Melansir CNN, Rabu (28/4/2021), Yahya Jan pertama kali tiba di Dubai pada 1996. Tapi, kali itu dia tidak pernah membayangkan akan meninggalkan karya begitu megah, merancang beberapa perkembangan perkantoran, menara tempat tinggal, dan mal paling ikonik di kota itu.

Yahya Jan dibesarkan di Karachi, Pakistan, dan pindah ke Amerika Serikat pada usia 18 tahun dengan beasiswa. Setelah belajar teknik struktural di Princeton, dia mendapat gelar Master di bidang arsitektur.

ilustrasi

Desain Menara Ciel (NORR/CNN)

Setelah itu, Jan bekerja di Amerika selama sembilan tahun dan tidak berniat pergi sampai ia menerima tawaran pekerjaan sebagai desainer senior yang bekerja di kompleks perkantoran dan hotel Emirates Towers.

Yahya Jan kini sudah menginjak usia 57 tahun. Dia mengaku tidak pernah berencana untuk tinggal di UEA begitu lama. "25 tahun yang luar biasa di Dubai. Aku terbawa kebahagiaan di sini," katanya.

Baca juga: 8 Fakta Unik Burj Khalifa, Tingginya Hampir Setara Kedalaman Hilangnya KRI Nanggala-402

Adapun Menara Ciel - dinamai dari kata Prancis untuk langit - Jan berharap itu akan terlihat tak lekang oleh waktu, seperti Empire State Building atau Chrysler Building di New York City.

"Alasan saya menyukai fakta bahwa itu disebut Ciel adalah karena saya percaya dalam kehidupan kita langit adalah batasnya, dan itulah yang terjadi dalam hidup saya sendiri," katanya.

"Saya memiliki kesempatan untuk tumbuh, melakukan hal-hal yang menurut saya tidak akan mendapat kesempatan untuk melakukannya. Jadi, ini luar biasa."

Yahya Jan ditugaskan merancang gedung pencakar langit Ciel di sebidang tanah segitiga di Dubai Marina seluas 2.500 meter persegi, cukup kecil untuk bangunan setinggi itu.

"Ini adalah properti yang sangat terkompresi. Ini seperti yang akan Anda lihat di Manhattan atau London. Kendalanya sangat besar, namun kami harus menyukseskannya," katanya.

Menara Ciel sedang dikerjakan oleh The First Group. Menurut pengembang, dek observasi kaca akan menawarkan pemandangan kota secara 360 derajat, serta garis pantai dan landmark ikonik seperti pulau buatan Palm Jumeirah.

Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dari kolam renang di puncak gedung dan restoran. Proyek ini juga hemat energi, hanya menggunakan daya 25% lebih sedikit untuk AC daripada biasanya untuk bangunan serupa.

"Proyek ini bukan hanya tentang arsitektur. Ini tentang arsitektur dan teknik yang bersatu. Itulah mengapa saya sangat menyukai proyek ini. Itu adalah kesukaan saya, penyatuan sains dan seni," kata Yahya Jan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini