Mengintip Bagian Kapal Selam yang Bertengger di Surabaya

Suci Wulandari Putri, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 408 2402038 mengintip-bagian-kapal-selam-yang-bertengger-di-surabaya-kQawx4Oxd2.jpeg Monkasel. (Foto: Okezone)

DARI peristiwa kapal selam KRI Nanggala 402, banyak orang penasaran dengan bagian dari kapal selam. Bagi Anda yang penasaran bagaimana rupa interior sebuah kapal selam, mari kita berlabuh di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Tepatnya di sisi Sungai Kalimas, terdapat sebuah monumen kapal selam KRI Pasopati 410 yang dibangun dengan ide dari para sesepuh kapal selam dari Angkatan Laut. Monumen kapal selam di Surabaya ini merupakan monumen kapal selam terbesar di kawasan Asia.

Dikutip dari laman Monkasel, Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 ini adalah monumen pada skala penuh (bukan replika), dan merupakan salah satu kapal selam dari Armada Divisi Timur.

Dibangun pada Juli 1995, monumen ini diresmikan langsung dengan peletakan batu pertama oleh Basofi Soedirman yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Setelah melalui proses konstruksi, maka pada 15 Juli 1998 monumen kapal selam ini resmi dibuka dan beroperasi sebagai salah satu objek wisata di Surabaya.

Selain sebagai objek wisata dan warisan nilai sejarah, pembangunan monumen kapal selam ini juga bertujuan untuk mengenang dedikasi para pejuang laut yang gigih dan pemberani.

 Kapal

KRI Pasopati 410 termasuk tipe SS Whiskey Class, yang dibuat di Vladi Wostok Rusia pada tahun 1952. Kapal selam ini sudah berpartisipasi di Angkatan Laut sejak 29 Januari 1962 untuk menghancurkan garis musuh, pengawasan dan melakukan penggerebekan secara diam-diam. Selain itu juga mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan.

KRI Pasopati 410 ini memiliki panjang 76,6 meter dengan lebar 6,30 meter. Untuk ukuran panjang dan lebar ini, kapal selam ini memiliki berat penuh 1.300 tons, sedangkan berat kosong 1.050 tons.

Saat beroperasi, kapal selam ini dapat membawa 63 awak kapal yang sudah termasuk komandan kapal. Dengan kecepatan 18,3 knot di atas permukaan dan 13,6 knot di bawah permukaan, kapal selam ini memiliki kemampuan penemuan 8.500 mil laut.Transportasi bawah laut berbahan bakar diesel ini dilengkapi 224 unit baterai, serta dilengkapi 6 lubang baling-baling yang akan beroperasi saat kapal mulai menyelam.

Di dalam badan KRI Pasopati 410 terdapat 7 ruangan, di antaranya yaitu: ruang untuk haluan torpedo,  ruang komandan yang dilengkapi ruang makan serta ruang kerja dan ruang untuk baterai I di bawah dek.

Selanjutnya ada ruang awak kapal yang terdiri dari dapur dan penyimpangan untuk baterai II di bawah dek, ruang penyimpangan makanan, ruang diesel dan segala terminal mesin, kamar mesin listrik, dan ruang torpedo bagian buritan yang berisi 2 buah torpedo.

Saat memasuki area dalam monumen, KRI Pasopati 410, pengunjung akan disuguhi video rama yang menampilkan film sinematik. Film ini akan membawa pengunjung ke suasana kapal selam saat beroperasi di bawah laut, selain itu juga ada music live.

Monumen kapal selam ini juga dilengkapi kolam renang untuk anak-anak sebagai  tempat rekreasi air di Sungai Kalimas. Bagi Anda yang berkunjung ke sana, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh berupa souvenir yang berada di stan souvenir dan area parkir.

Pengunjung yang ingin berkunjung ke monumen KRI Pasopati dapat membayar tiket masuk sebesar Rp15.000. Untuk yang ingin lebih lama di kawasan objek wisata ini, disarankan memilih berkunjung pada akhir pekan, karena hari Sabtu dan Minggu tempat ini buka dari jam 09.00 sam jam 19.00 WIB, waktu kunjung ini lebih lama dibandingkan pada hari Selasa sampai Jumat  yang buka dari jam 09.00 sampai jam 17.00 WIB. Sedangkan untuk hari Senin, objek wisata ini ditutup. Bagaimana, tertarik untuk menelusuri wisata sejarah ini?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini