Menengok Gua Hira, Tempat Nabi Muhammad Terima Wahyu Pertama

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 408 2402236 menengok-gua-hira-tempat-nabi-muhammad-terima-wahyu-pertama-qiLMz0oEyt.jpg Gua Hira. (Foto: Salman/Okezone)

RAMADAN adalah bulan ketika diturunkannya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Rasulullah diketahui menerima wahyu pertamanya di Gua Hira.

Gua Hira terletak di Jabal Nur, Hejaz, Arab Saudi, 4 kilometer dari Ka'bah. Dari sekitar Masjidil Haram, peziarah bisa menggunakan taksi atau minibus untuk dapat sampai ke lereng. Di sekitar gunung hanya ada padang pasir. Tidak ada pepohonan apalagi sumber air.

Untuk mencapai Gua Hira pengunjung harus mendaki Jabal Nur, gunung batu yang tingginya mencapai 2.500 kaki melalui anak tangga yang sudah disediakan. Selain dibutuhkan fisik dan stamina yang kuat, pengunjung perlu berhati-hati karena jalannya yang terjal dan curam.

Baca Juga: Masjid Ini Berdiri dengan Satu Tiang Utama di Atas Bukit, Kok Bisa?

 gua hira

(Foto: Okezone/Salman)

“Untuk mendaki ke atas sini perlu perjuangan ekstra. Saya nggak kebayang gimana dulu waktu jamannya Nabi,” kata Youtuber Alman Maulana lewat video di channel Youtube-nya.

Sesampai di atas Jabal Nur, pengunjung tidak lantas langsung ketemu dengan Gua Hira. Setelah sampai puncak, peziarah harus turun lagi untuk menuju ke Gua Hira.

Ukuran Gua Hira ini sangat kecil dan sempit yaitu dengan panjang 3.5 meter dan lebar 1.5 meter. Di sinilah Nabi Muhammad berdoa dan menyendiri dan didatangi oleh malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu dari Allah SWT berupa lima ayat surat Al-Alaq.

Untuk bisa memasuki gua, badan harus miring untuk bisa menyelinap di celah-celah bebatuan karena gua yang sangat sempit. Jalannya juga harus hati-hati supaya kaki tidak terjepit diantara batu yang berukuran besar.

Jabal Nur dan Gua Hira kerap dipilih sebagai tempat ziarah jamaah haji, termasuk dari Indonesia. Saat puncak musim haji, tempat ini akan dipadati oleh jamaah haji dari berbagai penjuru dunia.

Menurut seorang peneliti bernama Mohie ElDin Al-Hashmi, yang dilansir Okezone dari English.Alarabiya.net, ia cemas dengan beberapa pengunjung yang melakukan aksi vandalisme terhadap situs suci ini.

Mereka telah merusak dengan memindahkan batu gua untuk dijadikan suvenir, atau dengan mengukir kata dan simbol di dinding gua, yang sulit dihilangkan karena permukaan gunung yang tidak rata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini