Sandiaga Uno Sebut Turis Lokal Lebih Bernilai dari Wisatawan Mancanegara

Antara, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 406 2402538 sandiaga-uno-sebut-turis-lokal-lebih-bernilai-dari-wisatawan-mancanegara-p1gvdVySO6.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, kontribusi turis lokal terhadap perekonomian di Indonesia lebih bernilai dari kontribusi wisatawan mancanegara.

Saat ditemui wartawan di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Sandi mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir menunjukkan bahwa kontribusi turis lokal terhadap perekonomian negara mencapai hampir lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Kontribusi wisatawan nusantara (turis lokal) terhadap ekonomi itu Rp1.400 sampai Rp1.500 triliun, hampir lima persen PDB kita. Sementara itu, kontribusi wisatawan mancanegara hanya Rp275 triliun sampai Rp300 triliun," kata Sandi.

Oleh karenanya, ia menilai pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir sudah tepat terkait pentingnya menarik minat turis lokal dengan peningkatan pelayanan dan fasilitas terhadap pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19.

Baca juga: Pramugari Bongkar 8 Rahasia di Pesawat, Penumpang Bisa Untung Loh

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu mengatakan, pembangunan fasilitas pelayanan bagi turis domestik di Indonesia saat ini belum maksimal. Padahal, 78 persen okupansi atau jumlah kunjungan di kawasan wisata berasal dari turis lokal.

"Ada 78 persen turis domestik (lokal) yang selama ini kita belum melayaninya. Kita masih setengah hati melayani turis lokal itu," ucap Erick.

Karena itu, Erick menegaskan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian BUMN, tidak akan segan lagi dalam meningkatkan pelayanan dan fasilitas bagi turis domestik di berbagai wilayah, seperti di Lampung dan Ibu Kota Jakarta kali ini.

"Karena pelayanan turis domestik tidak kalah pentingnya dengan pelayanan turis internasional," kata Erick.

Dalam mendorong fasilitas turis lokal di Ibu Kota, Kementerian BUMN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun kawasan Kota Tua hingga Pelabuhan Sunda Kelapa.

Kerja sama tersebut ditandai dengan dibentuknya perusahaan patungan (Joint Venture/JV) melibatkan tiga Badan Usaha, antara lain BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta yaitu PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board/JXB) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Erick berujar, kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta tersebut bukan yang pertama kalinya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN juga bekerja sama dengan Pemprov DKI terkait peningkatan fasilitas empat stasiun terpadu, yang menurut Erick, telah beres ditata supaya tidak lagi kumuh, di antaranya Stasiun Juanda, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman.

Baca juga: Sandiaga Uno: Pembukaan Wisata saat Libur Lebaran Wewenang Daerah

"Tadinya stasiun itu kumuh dan membingungkan, Pak Anies memimpin langsung supaya stasiun itu sangat ramah (friendly) dan sangat memudahkan masyarakat Jakarta," kata Erick.

Menurut dia, sasaran berikutnya ialah peningkatan fasilitas publik di Kota Tua hingga Pelabuhan Sunda Kelapa yang diimpikan bisa seperti Bali dan Labuan Bajo.

"Ya kebetulan, kami sendiri sedang memperbaiki fasilitas Pelindo I-IV yang tidak lain salah satunya di Sunda Kelapa," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini