Kalahkan Selandia Baru, Singapura Jadi Tempat Terbaik Ditinggali Selama Pandemi Corona

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 406 2402558 kalahkan-selandia-baru-singapura-jadi-tempat-terbaik-ditinggali-selama-pandemi-corona-Prv9t2wj2F.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

SINGAPURA menjadi tempat terbaik selama pandemi Covid-19 menurut peringkat yang dikeluarkan oleh Bloomberg.

Negara kepulauan di Asia Tenggara itu mengalahkan Selandia Baru dari segi peringkat Ketahanan Covid versi Bloomberg pekan ini, di mana sebagian besar berkat upaya vaksinasi yang dilakukan negara itu.

Singapura telah memberikan dosis vaksin yang cukup untuk mencakup hampir 20 persen dari 5,7 juta populasinya, demikian menurut Bloomberg.

Melansir Insider, Selandia Baru, yang dipuji karena keberhasilannya menangani pandemi, hanya memvaksinasi sekitar 1,9 persen dari populasinya. Australia, yang menempati peringkat ketiga dalam Covid Resilience Ranking, telah memvaksinasi sekitar 3,7 persen populasinya. Israel, Taiwan, dan Korea Selatan juga berada di antara 10 peringkat teratas.

Pemeringkatan Bloomberg berdasarkan kasus Covid-19 di komunitas, tingkat kematian, dan persentase populasi yang tercakup oleh vaksin. Ini juga memertimbangkan faktor kualitas hidup seperti tingkat keparahan penguncian wilayah, pergerakan orang di ruang ritel dan kantor, dan cakupan perawatan kesehatan.

Baca juga: Sandiaga Uno: Penerbangan Singapura-Bali akan Dibuka 4 Mei

Bloomberg mengatakan tiga negara teratas - Singapura, Selandia Baru, dan Australia - memberikan 'kualitas hidup pra-pandemi' kepada penduduk mereka dengan pengecualian perjalanan internasional.

Perbatasan ketiga negara telah ditutup untuk sebagian besar turis asing selama lebih dari setahun, tetapi masing-masing negara dengan hati-hati mulai ingin membuka pariwisata dengan tempat-tempat lain yang telah mengendalikan virus.

Awal bulan ini, Selandia Baru dan Australia membuka travel bubble bebas karantina antara kedua negara selama tidak ada laporan wabah virus baru, dan Singapura mengumumkan minggu ini bahwa mereka akan meluncurkan gelembung perjalanan yang telah lama tertunda dengan Hong Kong pada 26 Mei.

Australia sedang dalam pembicaraan dengan Singapura untuk menerapkan gelembung serupa. Singapura mengambil tindakan cepat musim semi lalu ketika virus mulai menyebar ke seluruh wilayah.

Pada Maret 2020, Singapura menutup perbatasannya untuk turis asing dan menerapkan karantina wajib selama 14 hari untuk penduduk yang kembali ke negaranya. Bulan berikutnya, Singapura memberlakukan penguncian dua bulan yang ketat yang disebut 'pemutus sirkuit'.

Sejak berakhirnya penguncian pada Juni 2020, kehidupan di Singapura berangsur-angsur kembali ke keadaan normal.

Pada Juni dan Juli 2020, Singapura mulai mengizinkan pembukaan kembali bisnis ritel, hotel, bioskop, dan tempat ibadah dengan kapasitas terbatas. Pada bulan November, jalur pelayaran mulai menawarkan 'kapal pesiar ke mana-mana' bagi penduduk Singapura, yang dimulai dan diakhiri di Singapura tanpa ada perhentian di antaranya.

Baca juga: Seaplane, Moda Transportasi Baru Liburan ke Gili Iyang

Pada akhir Desember, Singapura melonggarkan pembatasan pertemuan kelompok dan meningkatkan batas kapasitas untuk area dalam ruangan.

Bahkan mulai memungkinkan pertunjukan langsung dalam ruangan dengan pengunjung hingga 250 orang. Dan bulan ini, Singapura mengatakan hingga 75 persen pekerja kantoran dapat kembali ke kantor mereka setelah setahun bekerja secara jarak jauh.

Singapura telah melaporkan rata-rata harian 29 kasus baru dalam seminggu terakhir, sebagian besar di antara penduduk yang kembali yang sudah diisolasi di karantina. Negara itu telah mencatat total 30 kematian akibat virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini