Hotel Bintang 5 untuk Kalangan Atas saat Tsunami COVID-19 Tuai Kontroversi di India

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 406 2402862 hotel-bintang-5-untuk-kalangan-atas-saat-tsunami-covid-19-tuai-kontroversi-di-india-iF9N4ujH92.jpg ilustrasi (stutterstock)

INDIA sedang mengalami lonjakan kasus virus corona yang tinggi atau tsunami COVID-19. Pemerintah Delhi telah mengalokasikan sebuah hotel bintang lima sebagai pusat pelayanan kesehatan COVID-19 untuk hakim Pengadilan Tinggi, petugas pengadilan dan keluarga mereka.

Namun kebijakan tersebut menuai kontroversi karena di saat bersamaan ada ribuan orang di seluruh ibu kota India itu berebut tempat tidur dan tabung oksigen.

Baca juga: Pengakuan Para Ekspatriat yang Berhasil Keluar India Jelang Ditutupnya Penerbangan

Bahkan ketika rumah sakit kota penuh karena kasus COVID-19 yang melonjak, pemerintah yang dipimpin Arvind Kejriwal telah mengalokasikan 100 kamar di Ashoka Hotel, Chanakyapuri --hotel bintang lima di selatan Delhi-- sebagai Pusat Kesehatan COVID yang akan dihubungkan dengan Primus, rumah sakit di lingkungan sekitar dengan segera.

Geeta Grover, hakim sub-divisi Chanakyapuri mengeluarkan perintah pada Minggu bahwa pembuangan limbah biomedis akan menjadi tanggung jawab rumah sakit.

“Staf hotel harus disediakan semua perlengkapan pelindung dan diberikan pelatihan dasar yang memadai. Ambulans untuk fasilitas pemindahan akan disediakan oleh Rumah Sakit Primus,” katanya seperti dilansir dari Independent, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Fakta Unik Sungai Gangga, Tempat Buang Mayat hingga Sumber Air Minum

Jika ada kekurangan staf hotel, perintah memberi perintah bahwa staf akan disediakan oleh rumah sakit.

"Semua layanan termasuk kamar, tata graha, desinfeksi, dan makanan untuk pasien, dan lain-lain. Harus disediakan oleh hotel."

Pada Senin, dilaporkan ada 380 orang tewas dan lebih dari 20.000 kasus baru COVID-19 di Delhi.

Pada Selasa, India mengalami sedikit penurunan dalam kasus Covid baru dengan 323.144 dinyatakan positif dan 2.771 kematian, menurut data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga.

Grover mengkonfirmasi kepada Indian Express bahwa fasilitas Pusat Kesehatan COVID di Hotel Ashoka hanya untuk hakim Pengadilan Tinggi, staf Pengadilan Tinggi dan keluarga mereka. Dia berkata: "Ini akan memakan waktu setidaknya hingga akhir minggu agar fasilitas tersebut dapat beroperasi."

Sementara itu, kemarahan dan kritik terus dilayangkan oleh masyarakat terhadap pemerintah Delhi karena memprioritaskan hakim pengadilan tinggi bahkan ketika ribuan orang di seluruh kota dengan panik mencari tempat tidur di rumah sakit Delhi.

Di media sosial Twitter, pembuat film Onir berkata: "Malu pada mereka .... ketika banyak orang sekarat dan menderita, mereka 'Memesan' perawatan Bintang 5 tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga keluarga mereka. Tidak heran pengadilan tidak memperlakukan semua warga negara secara setara."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini