5 Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, dari Aroma hingga Sejarah

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Sabtu 01 Mei 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 301 2403638 5-perbedaan-kopi-robusta-dan-arabika-dari-aroma-hingga-sejarah-rlCapwl0GN.jpg Ilustrasi kopi (Shutterstock)

MINUM kopi alias ngopi kini menjadi kebiasaan banyak orang dari semua kalangan, bukan hanya pria tapi juga wanita. Bahkan ngopi sekarang menjadi gaya hidup, bukan lagi sekadar untuk pengusir ngantuk.

Cita rasa dan aroma kopi bisa menggoda siapa saja. Apalagi saat ini banyak sekali kafe, restoran atau warung-warung yang menyajikan kopi dengan aneka varian. Ada juga kopi dalam bentuk sachet yang lebih praktis untuk diminum kapan saja.

Indonesia salah satu negara yang kaya akan kopi dan jadi komuditas ekspor ke luar negeri. Kopi nusantara sudah terkenal di dunia international, di antaranya kopi Gayo, kopi Torabika, kopi Kintamani, kopi Sidikalang, kopi Flores, kopi Jawa, kopi Wamena dan lainnya.

Baca juga:  Ternyata Ini yang Bikin Rasa Kopi dari Tiap Daerah Berbeda-beda

Jenis kopi paling banyak tumbuh di Indonesia adalah robusta dan arabika. Kedua jenis kopi tersebut memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Apa saja? Simal ulasannya :

1. Sejarah

Menurut sejarahnya tanaman kopi Arabika pertama kali ditemukan di Ethiopia. Kemudian, kopi itu dipopulerkan oleh orang Arab menjadi minuman dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.

Sementara asal usul kopi Robusta bisa menjadi minuman yang populer tidak lepas dari peran Indonesia. Pada awal abad ke-20, Belanda membawa tanaman asli Afrika ini secara besar-besaran ke Indonesia untuk dibudidayakan. Pada saat itu, Indonesia pun sempat menjadi ladang pengekspor kopi terbesar di dunia.

2. Rasa/Aroma

Kopi Robusta dikenal dengan rasa pahitnya, Arabika tidak demikian. Kandungan gula pada kopi Arabika terbilang cukup banyak. Karena itu, kopi arabika lebih mudah dinikmati oleh banyak orang.

Selain itu, Arabika memiliki rasa yang bervariasi, seperti rasa buah-buahan, kacang-kacangan, ataupun biji-bijian. Inilah alasannya kopi Arabika menjadi kopi favorit dibandingkan kopi Robusta.

Baca juga: Banda Aceh Akan Gelar Festival Kopi Dunia, Brasil hingga Italia Diharapkan Ikut

Untuk aroma kopi Arabika dan Robusta lainnya terletak pada memiliki perbedaan. Biji Arabika memiliki aroma yang cenderung floral. Sedangkan, kopi Robusta mengeluarkan aroma yang lebih earthy dan nutty.

3. Cara tanam

Tanaman kopi Arabica dapat tumbuh dengan baik diketinggian 1.000-2.000 meter dari permukaan laut. Tanaman ini sebenarnya masih bisa tumbuh pada dataran rendah. Namun, pertumbuhannya tidak akan optimal, sehingga hasil panennya akan buruk.

Tanaman arabika membutuhkan curah hujan 1.500-2.500 mm per tahun. Rata-rata suhu udara yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang tanaman ini berada pada kisaran 15-25 °C.

Sementara tanaman kopi Robusta dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-900. Ketinggian tanah yang paling ideal adalah 400-800 meter dari permukaan laut. Suhu rata-rata yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya adalah sekitar 24-30 °C dengan curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun.

4. Bentuk biji

Bentuk biji kopi Arabika dan Robusta berbeda. Biji kopi spesies Robusta umumnya lebih kecil dan lebih bundar, warnanya pun lebih pucat, dan lipatan di bagian tengahnya kurang terlihat jelas.

Ilustrasi

Biji kopi (Okezone)

Kalau biji kopi Arabika, punya bentuk yang lebih oval, ukurannya lebih besar, dan garis lipatan tengahnya lebih tegas. 

5. Harga

Biji kopi Arabika dihargai lebih mahal dari pada kopi Robusta karena perkembang biakannya yang lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa dipanen. Kalau dibandingkan, harga kopi Arabika bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi daripada Robusta.

Sebagian besar kopi Arabika juga merupakan specialty coffee yang berkualitas tinggi. Sedangkan, kopi Robusta lebih sering diproduksi menjadi kopi instan karena kadar kafeinnya yang tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini