4 Pos Penyekatan Dibangun di Perbatasan Riau Jelang Larangan Mudik

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 406 2403181 4-pos-penyekatan-dibangun-di-perbatasan-riau-jelang-larangan-mudik-S77fjsiKpR.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Riau mendirikan empat pos penyekatan di perbatasan dengan provinsi tetangga dalam menjalankan kebijakan larangan mudik lebaran sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Firman Darmansyah menyebutkan, empat pos penyekatan itu terdapat di pintu masuk dan keluar Provinsi Riau.

Penyekatan itu seperti perbatasan Kabupaten Rokan Hilir dengan Sumatra Utara, perbatasan Indragiri Hilir dengan Jambi, perbatasan Kuantan Singingi dan Kampar dengan Sumatra Barat.

"Saat ini tengah kita dirikan. Nanti personel akan bergabung dengan instansi lain untuk menjaga pintu keluar dan masuk Riau tersebut," katanya.

Baca juga: Mudik Dilarang, Sandiaga Ajak Masyarakat Liburan ke Destinasi Wisata Lokal

Menurutnya, meski pemerintah mengeluarkan larangan mudik mulai 6-17 Mei 2021, saat ini pengetatan mudik sudah dilakukan berdasarkan ketentuan dari Satuan Tugas Covid-19.

Saat ini masyarakat yang hendak masuk Riau harus memiliki hasil tes usap PCR negatif Covid-19. Jika tidak akan diintsruksikan kembali ke tempat asal.

Kemudian memasuki 6 Mei sampai 17 Mei 2021 mudik ditiadakan. Meski begitu terdapat beberapa kendaraan yang diperbolehkan masuk dan keluar Riau dengan alasan tertentu.

Seperti kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan dinas operasional TNI/Polri, ambulans/mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, kendaraan pelayanan distribusi logistik, mobil barang tanpa penumpang, mobil pengangkut obat dan alat kesehatan.

Selanjutnya, kendaraan yang digunakan untuk perjalanan dinas, kunjungan duka, kunjungan keluarga sakit, ibu hamil didampingi 1 orang keluarga, persalinan didampingi maksimal 2 orang keluarga. Dan, kendaraan yang digunakan mengangkut pekerja migran Indonesia.

"Itu juga harus dilengkapi surat keterangan, kalau ada yang sakit, kalau duka ada surat kematiannya, ini harus diperlihatkan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini