Share

Maknai Nuzulul Quran, Sandiaga Uno Ungkap Pesan Mengharukan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 406 2403188 maknai-nuzulul-quran-sandiaga-uno-ungkap-pesan-mengharukan-V7tq6xfo4S.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengajak masyarakat di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum untuk memperkuat rasa kepedulian.

Terutama di tengah pandemi seperti sekarang ini dengan terus memperkuat penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Sandiaga menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kemenparekraf, Kamis 29 April 2021.

Dalam sambutannya di acara yang juga dihadiri Ustaz Habiburrahman El Shirazy, Sandi menjelaskan, Nuzulul Quran merupakan malam turunnya Alquran ke muka bumi.

Baca juga: Sandiaga Uno: Indonesia Layak Jadi Tempat Syuting Film Internasional

Peristiwa penting di bulan Ramadan, turunnya firman Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Saat itu malaikat Jibril menghampiri dan menurunkan wahyu pertama yakni surat Al-Alaq ayat 1-5 saat nabi sedang bertafakur di Gua Hira.

“Ayat pertama tersebut sungguh indah dan luas maknanya, bahwa kita harus membaca persoalan di sekitar kita. Kita diperintahkan untuk membaca segalanya dengan syarat utamanya menyebut nama Tuhan. Membaca adalah lambang dari segala aktivitas yang dilakukan oleh semua manusia,” kata Sandi dalam siaran pers yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (30/4/2021).

Momentum Nuzulul Quran kata dia, juga dapat dimaknai secara luas. Bahwa umat manusia harus meneladani sifat-sifat dan nilai luhur Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai insan terpilih di muka bumi.

“Tentunya hari ini temanya meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam menjalankan amanah dan tugas sehari-hari. Sifat-sifat dasar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang utama dapat bisa disingkat dengan FAST yakni fathonah yang artinya kecerdasan, kemudian amanah dapat dipercaya, shiddiq benar atau jujur dan terakhir adalah tabligh menyampaikan kebenaran dan tidak satupun kebenaran yang disembunyikan,” terangnya.

Di lingkungan Kemenparekraf sendiri, Sandi mengaku memiliki konsep kerja atau budaya kerja '4 as' yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

Di mana hal itu merefleksikan budaya kerja di tengah guncangan ekonomi, perlu sebuah perubahan inovasi adaptasi dan kolaborasi.

“Ini yang saya ingin titipkan di hari ini. Kita di tengah-tengah pandemi mari bersama-sama ketatkan protokol kesehatan secara disiplin. Kali ini Kita tidak mudik namun kita bawa asik. Karena masih bisa berkumpul melalui daring atau kita bisa mengirim produk produk ekonomi kreatif kepada keluarga di kampung halaman. Mari secara sungguh-sungguh kita jadikan Alquran dan sunah Rasulullah sebagai pedoman dan tuntutan hidup dan jawaban atas persoalan di muka bumi ini,” demikian Sandi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini