Tak Ada Jam Malam saat Idul Fitri di Arab Saudi

Suci Wulandari Putri, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 406 2403915 tak-ada-jam-malam-saat-idul-fitri-di-arab-saudi-a4UHEAQWYU.jpg Riyadh, Arab Saudi (Shutterstock)

DESAS-desus pemberlakuan jam malam selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di Arab Saudi mencuat. Namun, pemerintah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan jam malam untuk menekan penyebaran COVID-19.

Baca juga: 1,5 Juta Orang Kunjungi Masjidil Haram dalam 10 Hari Pertama Ramadhan

“Komite terkait dan khusus terus memantau situasi dengan cermat, tetapi tidak ada permintaan yang dikirim untuk memberlakukan jam malam baik di bulan Ramadhan maupun Idul Fitri,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly seperti dilansir dari Arab News, Sabtu (1/5/2021).

Al-Aly menekankan kepada masyarakat pentingnya mematuhi protocol kesehatan yang berlaku, guna mencegah penularan virus corona.

Ia mengatakan jika masyarakat sudah mematuhi protocol kesehatan yang ada, seperti mengenakan masker, menjaga jarak aman, dan menghindari pertemuan besar yang mengikuti jumlah yang diizinkan, terutama selama Idul Fitri, maka tidak perlu lagi diberlakukan jam malam.

Hingga saat ini, lebih dari setengah kasus COVID-19 di Arab Saudi dialami orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun.

Baca juga: Arab Saudi Tutup 782 Masjid karena Corona

Pemerintah menekankan kepada masyarakat untuk menerima suntikan vaksin COVID-19. Sejauh ini sudah ada 9.123.778 orang yang telah diinokulasi di Saudi.

Sementara pada Jumat 30 April 2021, Arab Saudi melaporkan sudah ada 11 kematian karena Covid 19 . Terhitung korban tewas saat ini sudah mencapai angka 6.957.

Saat ini Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan sudah ada 1.056 kasus baru yang terjadi. Ini berarti sebanyak 417.363 orang kini telah tertular penyakit corona. Sedangkan untuk 9.826 kasus aktif, 1.335 di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Sejauh ini Arab Saudi sudah melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) pada 16.903.813 orang, dan dalam 24 jam terakhir tercatat sebanyak 65.194 orang terdeteksi carried.

Kementerian Kesehatan mengatakan sejumlah 446 kasus baru berada di Riyadh, dengan 253 terjadi di Makkah, 136 di Provinsi Timur, dan 33 di Madinah.

Selain itu, kabar baiknya sudah ada sebanyak 1.071 pasien yang telah pulih dari penyakit corona. Sehingga total pasien yang sembuh totalnya menjadi 400.580 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini