Cerita Pramugari Hadapi Penumpang Mabuk yang Berulah di Pesawat

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 406 2403971 cerita-pramugari-hadapi-penumpang-mabuk-yang-berulah-di-pesawat-PHDTEPC1PB.jpg Ilustrasi (Freepik)

PRAMUGARI kerap menghadapi penumpang pesawat dengan beragam profesi dan bahkan perilaku. Kadang ada penumpang yang bikin jengkel, misalnya lagi mabuk dan membuat ulah. Hal ini pernah dialami Shrey Para, saat bekerja sebagai awak kabin sebuah maskapai penerbangan internatioanal.

Shrey Para membagikan pengalamannya melalui aplikasi tanya jawab Quora seperti dipantau Okezone, Sabtu (1/5/2021). Menurutnya kejadian itu terjadi dalam penerbangan dari Hong Kong menuju Los Angeles, dan ia menjadi salah satu kru kabin yang ikut.

Saat itu, pesawat berangkat pada malam hari dan memakan waktu sekitar 13 jam. Sebagian besar penumpangnya adalah orang-orang yang transit keluar dari Hong Kong.

Baca juga: Suaminya Meninggal karena COVID-19, Pramugari Gugat Maskapai

Saat boarding, Shrey melihat seorang pemuda dan perempuan berusia sekitar awal 20-an naik lebih awal. Mereka berdua duduk di kursi dekat zona Shrey bekerja.

Anak laki-laki tersebut segera meletakkan tasnya dalam kabin pesawat tetapi gadis itu tidak segera meletakan tasnya. Ia sedikit ‘mengode’ kepada pemuda itu untuk membantunya menaikkan tas, yang akhirnya dia lakukan. Kejadian itu berlangsung cukup lama sehingga mengganggu jalannya penumpang lain.

“Mereka berdua tampak seperti pasangan atau orang yang dekat satu sama lain jadi pemandangan ini normal,” kata Shrey.

Selama servis makan malam, Shrey bertanya apakah mereka ingin minum sesuatu. Gadis itu berkata bahwa ia ingin anggur putih untuknya dan memesankan anggur merah untuk anak laki-laki itu. Shrey pun mengiyakan dan membawa anggur ke mereka.

“Selama pengumpulan nampan, dia kembali meminta anggur. Ketika saya melihat wajah mereka, dia terlihat normal tetapi anak laki-laki itu tampak agak merah (saya pikir dia tidak banyak minum) tetapi dia ucapannya masih jelas, matanya terlihat normal dan dia berperilaku baik-baik saja,” katanya.

Usai makan malam, lampu dimatikan karena penerbangan malam. Dalam kondisi gelap gulita, Shrey berjalan dan memantau kabin dan melihat kedua remaja tersebut mengobrol dan tertawa keras.

Si perempuan kemudian meminta segelas anggur lagi untuk mereka berdua. Sang pemuda saat itu berkata, "Saya orang yang payah, saya merasa sudah terlalu banyak."

Baca juga: Jangan Nyender di Jendela Pesawat, Pramugari Ini Ungkap Fakta Menyeramkan

Melihat kondisi pemuda tersebut yang sudah mabuk berat, Shrey memutuskan untuk tidak menyajikan anggur kepadanya. Sedangkan si perempuan mengatakan bahwa ia baik-baik saja, dan tetap menginginkan anggur tersebut. Karena si perempuan tidak mabuk dan tampak normal, Shrey pun memberinya segelas kecil anggur merah.

“Setelah sekitar satu jam, saya melihat pria ini tertidur lelap tetapi gadis itu merasa agak tidak nyaman di kursinya. Aku bisa melihat dia menggerakkan dirinya di kursi yang terlihat tidak normal. Dia mulai mengeluh bahwa kabin terlalu panas dan saya melihat suhunya dingin. Kami tidak dapat menyesuaikan suhu lagi karena akan mengganggu suasana sekitar,” ungkap Shrey.

Sang perempuan kemudian menekan lampu panggilan. Ketika Shrey mendekatinya, ia melihat anak laki-laki itu muntah di seluruh kursinya, di wajahnya dan di sekujur tubuhnya. Dia masih belum sadar sepenuhnya jadi Shrey memberinya serbet, handuk basah, air dan kantong plastik supaya si perempuan bisa membantunya dan menyekanya sedikit.

Namun, perempuan itu justru menyimpan handuk tersebut dan berkata bahwa mereka baik-baik saja. Ia bahkan membiarkan pemuda tersebut dengan muntahannya tanpa menyekanya sedikitpun.

“Sebelum saya dapat memberitahu kru lain tentang kejadian ini, saya pergi ke kamar kecil. Setelah itu, saya melihat semua kru saya di kursinya. Ketika saya pergi ke sana, saya melihat gadis itu hanya memakai bra warna kulit,” kata Shrey.

Para kru memberi tahu Shrey bahwa perempuan tersebut telah berkeliaran seperti ini di kabin. Untungnya, karena penerbangan malam, semua penumpangnya tertidur. Karena hari sudah gelap, perempuan ini jadi berani untuk melepas pakaiannya dan membuat para kru harus memaksanya mengenakan sesuatu di atasnya.

Karena bising, anak laki-laki yang mabuk berat itu akhirnya terbangun. Awak kabin pun memintanya untuk mengganti bajunya dan membersihkan dirinya.

“Dia sangat malu dengan situasi tersebut dan memberitahu kami, di depannya, bahwa dia sama sekali tidak mengenal gadis ini dan mereka baru bertemu untuk pertama kalinya di gerbang keberangkatan,” kata Shrey.

“Selama sisa penerbangan, bahkan selama layanan kedua, mereka tidak saling memandang. Gadis itu sekarang berkacamata hitam, tidak mau berbicara dengan siapa pun atau makan apapun selama penerbangan.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini