Mulai 5 Mei, Wisatawan Tak Bisa Booking Hotel di Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 406 2404286 mulai-5-mei-wisatawan-tak-bisa-booking-hotel-di-malang-fGWLod1gSK.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

ADANYA larangan mudik, menjadikan okupansi hotel di Malang bakal turun. Bahkan mulai 5 Mei 2021, wisatawan tak bisa booking hotel di Malang.

Ketua diprediksi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki. mengakui, bila adanya larangan mudik diprediksi bakal mempengaruhi penurunan okupansi hotel yang ada di Malang. Meskipun mengalami penurunan, PHRI menilai kondisi saat ini masih lebih baik, dibandingkan 2020 pada awal masa pandemi Covid-19.

"Sekarang lebih baik, namun untuk hotel jelas okupansi menurun saat Lebaran," ucap Agoes saat ditemui pada Minggu (2/5/2021).

Disebutkan Agoes, imbas dari pelarangan mudik di lebaran Idul Fitri 2021 ini sudah ada hotel yang melaporkan adanya pembatalan reservasi dari para tamu dari luar wilayah Malang.

"Memang banyak pengaruhnya, dengan biasanya budaya mudik dari luar kota menuju Malang diimbangi tempat-tempat akomodasi, tempat kuliner, Malang ini salah satu tujuan mudik, bagi orang-orang yang keluarganya ada di Malang, pengaruhnya cukup besar sekali."

Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Jakarta Asyik Buat Ngabuburit Minggu Ini

"Sekarang ini dengan pembatasan, akhirnya kita juga melakukan yang ada di Malang saja, mengandalkan dari dalam daerah sendiri," paparnya.

 hotel

Agoes mengatakan, para pengunjung sudah tidak bisa lagi memesan kamar hotel mulai 5 Mei 2021. Meskipun demikian, untuk saat ini masih ada beberapa pengunjung, meskipun tidak terlalu banyak.

Menurut Agoes, berdasarkan catatan, tingkat okupansi hotel selama Ramadan hingga Lebaran di Kota Malang sebesar 15 persen. Namun, untuk okupansi hotel tertentu masih ada yang menunjukkan kondisi lebih baik.

Sementara untuk rata-rata pendapatan hotel, lanjut Agoes, selama April 2021 merupakan bulan yang paling baik, mengingat pada bulan-bulan tersebut banyak agenda rapat yang dilakukan di beberapa hotel yang ada di wilayah Kota Malang.

"Walaupun tidak sebanyak kondisi normal tapi bagus. Jadi, April 2021 paling baik pada tahun ini. Okupansi sekitaran 15-20 persen, sampai 20 persen itu kalau weekend, hari biasa 10-15 persen. Yang lain - lainnya ditunjang dengan kegiatan kreatif buat paket buka puasa dan agenda rapat," ungkap dia.

Sementara untuk pembatalan reservasi hotel selama libur Lebaran, Agoes menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan. Para pengelola sektor perhotelan masih sebatas menanyakan kepastian terkait aturan larangan mudik tersebut.

Sebagai informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan untuk memberlakukan pengetatan mobilitas masyarakat menjelang masa pelarangan mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Pada Addendum surat edaran (SE) perihal pengetatan persyaratan PPDN tersebut, pemberlakuan pengetatan dibagi pada dua periode. Pertama, periode H-14 menjelang masa peniadaan mudik (6-17 Mei 2021), yang berlaku mulai 22 April hingga 5 Mei 2021.

Kemudian, pada periode kedua adalah H+7 pasca-masa peniadaan mudik, yang berlaku pada 18-24 Mei 2021. masa peniadaan mudik, tetap berlaku pada 6-17 Mei 2021, sesuai dengan surat edaran Satgas Penangan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Meskipun pemerintah melakukan pengetatan perjalanan dalam negeri, sektor wisata tetap diperbolehkan untuk beroperasi, pada saat masa libur Lebaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini