Mimpi Mulia Warga Saudi, Ingin Anak Perempuannya Jadi Tentara Penjaga Masjidil Haram

Fatha Annisa, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 406 2404364 mimpi-mulia-warga-saudi-ingin-anak-perempuannya-jadi-tentara-penjaga-masjidil-haram-9ktJnLkPL9.jpg Tentara wanita Arab. (Foto: Saudi Interior Ministry)

GAMBAR petugas keamanan wanita Saudi pertama yang ditempatkan di Masjid Nabawi di Madinah dan di Masjidil Haram di Makkah membuat gebrakan di media sosial. Wanita Arab Saudi sangat bermimpi bisa menjaga masjid-masjid suci sepanjang hidupnya.

Untuk pertama kalinya, dalam sejarah Arab Saudi, wanita bertugas dalam peran keamanan dan angkatan bersenjata di masjid-masjid suci sebagai bagian dari reformasi Visi 2030 baru yang diluncurkan oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada tahun 2016.

Dilansir dari The National, tim yang terdiri dari 113 perwira terlatih militer, yang bekerja sepanjang waktu dalam shift 18 wanita, belajar bela diri, pelatihan senjata, pertolongan pertama, dan bahasa Inggris.

Direktur Polisi Madinah Mayor Jenderal Abdul Rahman Al Mashhan, mengatakan tugas mereka adalah melindungi dan membantu jamaah di Masjidil Haram.

Tim wanita adalah bagian dari cabang keamanan dalam negeri Pasukan Keamanan Khusus Arab Saudi yang dibentuk enam bulan lalu.

masjid

Baca Juga: Kisah Tentara Wanita Penjaga Masjid Nabawi: Saya Bersyukur Ada di Posisi Ini

“Ini adalah momen emosional bagi saya. Saya telah menghabiskan 57 tahun hidup saya di kerajaan dan melihat seorang wanita berseragam polisi pada tingkat yang tinggi dan di tempat seperti Makkah, saya menangis."

"Kami telah sampai sejauh ini. Ini adalah pencapaian yang signifikan dan langkah menuju semua yang akan kami ubah dan capai dengan Visi 2030,” Umm Al Suwad, seorang warga Saudi, mengatakan kepada The National.

Warga Saudi dan ekspatriat turun ke media sosial untuk berbagi foto dan video petugas, berpakaian rapi dalam seragam coklat.

Banyak ayah mengungkapkan kebanggaan atas pelayanan anak perempuan mereka, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam dan keduanya harus diberi kesempatan yang sama.

“Kami selalu melihat pria berseragam ini. Melihat seorang wanita di angkatan bersenjata dan militer adalah sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan terjadi pada wanita kami. [Pangeran Mohammed] telah membuat ini semua menjadi mungkin. Saya berharap anak-anak perempuan saya suatu hari bisa mengabdi kepada bangsa dengan cara yang sama,” kata Abubaker, seorang warga Saudi.

Pemberdayaan perempuan adalah salah satu tujuan utama dari Visi 2030. Putra mahkota Saudi merayakan ulang tahun kelima program tersebut dalam sebuah wawancara di TV pemerintah pada hari Selasa.

Keputusan untuk mengizinkan perempuan untuk bertugas di militer dibuat tiga tahun lalu. Kementerian Dalam Negeri Saudi merilis video yang menunjukkan pelatihan wanita dan bekerja di berbagai bidang keamanan bulan ini.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk menciptakan kesempatan yang setara bagi perempuan dan mengurangi kesenjangan gender di tempat kerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini