Nikmati Sensasi Ngopi di Kedai 'Suku Mante'

Jamal Pangwa, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 301 2404509 nikmati-sensasi-ngopi-di-kedai-suku-mante-qv1Yobl1Lh.JPG Kedai Kopi Kabin Mante di Pidie Jaya, Aceh (Foto: Jamal Pangwa/MPI)

ACEH dikenal dengan surganya para penikmat kopi. Tak heran daerah berjuluk Tanah Rencong ini banyak ditemui deretan warung kopi alias warkop di sepanjang jalan lintas nasional serta perkotaan.

Namun, seiring perkembangan zaman, warung kopi kini sudah kian modern dan menjelma menjadi kafe-kafe klasik bahkan sejajar dengan restoran mewah. Soal rasa, jangan ditanya.

Racikan kopi mulai sanger, kopi telur kocok dan kopi arabika, hingga espresso bakal memanjakan para coffee lovers yang singgah ke sana.

Di masa pandemi Covid-19, seorang pemuda di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh membangun warung kopi kekinian nan unik demi menggaet minat pengunjung.

Mengusung konsep alam (natural) dengan view persawahan dan hutan lindung, membuat kedai kopi milik Fajri Castro itu sangat nyaman jadi tempat bersantai.

Adapun penamaan kedai kopi sederhana tersebut terinspirasi oleh nama suku terasing yang mendiami pedalaman Aceh, yaitu Suku Mante.

Baca juga: 5 Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, dari Aroma hingga Sejarah

Kedai Kopi Kabin Mante

(Foto: Jamal Pangwa/MPI)

Kedai Kopi Kabin Mante terletak di tengah hamparan persawahan dan hutan lindung Desa Rungkom, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Lokasinya tak jauh dari perkantoran pemerintahan Pidie Jaya.

Tempatnya tidak terlalu jauh dari Jalan Banda Aceh-Medan (jembatan layang), sekitar 3 kilometer ke arah komplek perkantoran, yang bisa ditempuh dalam 5 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Pengunjung yang datang akan langsung disuguhi pemandangan indah, dengan suasana asri. “Saya mau kasih nuansa khas alam, seperti dikelilingi hamparan sawah dan pepohonan hijau dari perbukitan di sekelilingnya,” ujar sang pemilik kafe, Fajri.

Kedai milik Fajri belum lama resmi beroperasi, yakni pada 10 April 2021 lalu. Ia berharap pengunjung betah berlama-lama ngopi dengan ditemani suasana alam yang sejuk dan menenangkan.

“Tempat ini didirikan untuk menenangkan pikiran, melepas penat dari keramaian kota yang aktivitasnya sangat padat. Maka dari itu, kondisi alaminya tetap dipertahankan,” kata dia.

Tak hanya kopi dengan berbagai varian, di kedai ini juga tersedia soft drink, dan berbagai snack serta camilan tradisional khas Aceh. Pengunjung juga bisa memilih gazebo dan saung sebagai tempat nongkrong.

Baca juga: Banda Aceh Akan Gelar Festival Kopi Dunia, Brasil hingga Italia Diharapkan Ikut

Di tempat ini juga tersedia fasilitas ibadah berupa musala. Adapun harga makanan yang disuguhkan terbilang sangat terjangkau yakni berkisar Rp5.000-Rp15.000. Sedangkan harga minuman dibanderol antara Rp7.000-30.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini