Warga Geger Bekas Arena Grasstrack Berubah Jadi Danau Usai Badai Seroja

Antara, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 406 2404488 warga-geger-bekas-arena-grasstrack-berubah-jadi-danau-usai-badai-seroja-rrTnbnFvhK.JPG Bekas lokasi grasstrack di Kupang, NTT berubah jadi danau (Foto: Antara)

SEJUMLAH warga RT 17 /RW 007 Kelurahan Batuplat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikagetkan dengan munculnya danau baru di lokasi bekas grasstrack yang selama ini selalu kering.

Ketua RT 17/RW 007 Kelurahan Batuplat, Kota Kupang, Mariana Benny mengatakan, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi setelah dirinya tinggal selama 23 tahun di lokasi itu.

"Ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada tanggal 3-4 April lalu akibat badai siklon tropis Seroja," kata Mariana.

Grasstrack adalah sebuah ajang balapan yang menggunakan track tanah. Selain itu terkumpulnya air di lokasi grasstrack itu juga karena beberapa mata air yang berada di ketinggian pecah yang kemudian mengakibatkan banyaknya mata air lainnya muncul.

Baca juga: Misteri Jalur "Tengkorak" Sepanjang Pantura, Tempat Bercokolnya Ribuan Jin!

Mariana menambahkan, kini lokasi tersebut menjadi lokasi wisata baru sementara bagi warga yang ada di Kota Kupang, karena selain diakibatkan oleh fenomena alam lokasi tersebut juga terlihat sangat indah.

Keindahan itu terlihat karena di antara danau itu muncul gundukan-gundukan tanah menyerupai pulau-pulau sehingga indah dipandang mata.

Saat munculnya danau, warga berinisiatif membersihkannya lalu membuat jembatan kecil yang menyambungkan ke gundukan tanah yang ada di tengah-tengah danau itu.

​​​​Pihaknya juga tidak memungut biaya bagi pengunjung yang berwisata di lokasi tersebut. Menurut dia, pihaknya hanya menyiapkan kotak kosong dan berharap pengunjung dapat memberikan secara sukarela.

Namun, danau tersebut kini semakin surut, karena ada sebagian warga mengalirkannya ke got yang mengarah ke area persawahan di sekitar daerah tersebut sebagai sarana irigasi.

Sementara itu, Ares seorang warga yang ditemui di lokasi danau, mengatakan bahwa lokasi itu memang menjadi kawasan wisata baru.

"Kalau dibandingkan dengan danau baru di Sikumana, danau ini lebih indah karena ada gundukan-gundukan tanah menyerupai pulau yang jika difoto hasilnya pasti sangat bagus," tambah dia.

Sementara itu seorang anak penyewa rakit bagi pengunjung Anton mengaku bahwa sehari dirinya dan teman-temannya bisa mendapatkan uang lebih dari Rp100 ribu.

"Sekali naik warga sukarela kasih kami berapapun yang mereka mau. Tetapi biasanya yang datang dan menggunakan rakit sekali naik dikasih Rp5.000," ujar Anton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini