Sandiaga Uno Dukung Pengembangan Wisata Halal Banda Aceh

Antara, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 406 2404493 sandiaga-uno-dukung-pengembangan-wisata-halal-banda-aceh-renODamYjg.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Uno dan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendukung penuh pengembangan wisata halal yang sedang digagas Kota Banda Aceh.

"Kota Banda Aceh kaya akan potensi wisata, ini harus dikemas semaksimal mungkin untuk pengembangan wisata halal. Kemenparekraf akan mendukungnya," kata Sandiaga Uno di sela kunjungan kerjanya ke Aceh akhir pekan kemarin.

Sandi mengatakan, sudah ada beberapa program khusus antara Kemenparekraf dengan Pemko Banda Aceh yakni berkaitan dengan event, peningkatan kapasitas SDM ekonomi kreatif dan pengembangan destinasi.

Ia bakal menawarkan SDM terbaik yang dimiliki Banda Aceh dan Aceh untuk dikirim ke Politeknik Pariwisata (Poltekpar) terdekat. Di antaranya di Bali, Palembang dan Bandung, lulusan Poltek yang dikelola menjadi incaran pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata.

Baca juga: Warga Geger Bekas Arena Grasstrack Berubah Jadi Danau Usai Badai Seroja

"Tentunya kita akan lakukan penyandingan dari pada program sehingga penyiapan SDM ini bisa kita tingkatkan secara terukur," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman berharap dukungan penuh Kemenparekraf dalam rangka memajukan pariwisata di Banda Aceh.

Masjid Baiturrahman Aceh

(Foto: Instagram/@ferry.pasalini)

Sejalan dengan konsep wisata halal yang kini digaungkan Kemenparekraf, Banda Aceh memiliki sejumlah wisata favorit yang kerap menjadi incaran wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Wisata religi, budaya dan sejarah, edukasi tsunami, alam, dan wisata kuliner. Kelima destinasi wisata tersebut terbukti mampu menarik minat wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia dan Singapura," ucap Aminullah.

Ia menyebutkan, pada 2019 lalu Banda Aceh berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan hingga lebih 500 ribu. Terjadi kenaikan signifikan beberapa tahun belakang, atau sebelum pandemi Covid-19.

Namun, saat pandemi kunjungan wisata ke Banda Aceh terjadi penurunan yang cukup drastis, bahkan mencapai 65 persen. Kondisi tersebut sangat berdampak terhadap pelaku pariwisata di Banda Aceh.

"Meski demikian, perkembangan di awal 2021 pariwisata Banda Aceh mulai bangkit kembali, terutama untuk wisatawan domestik nusantara dan lokal atau warga Aceh sendiri," kata dia.

Aminullah menegaskan, pemerintah terus berupaya berinovasi agar UMKM tetap berdaya meski kunjungan wisata menurun akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Cerita Pramugari Hadapi Penumpang Mabuk yang Berulah di Pesawat

Wisata halal Banda Aceh, lanjut Aminullah, menjadi peluang bisnis menggunakan kreativitas dan fleksibilitas dalam melayani berbagai kebutuhan wisatawan.

Saat ini, Pemerintah Banda Aceh sedang menata kawasan pantai Ulee Lheue untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata lengkap dengan fasilitas pendukung seperti tempat ibadah dengan miniatur Masjid Raya Baiturrahman, serta lokasi yang menyediakan aneka kuliner khas Aceh.

"Karena itu kami sangat berharap dukungan penuh dari Bapak Sandiaga Uno dan Kemenparekraf untuk mendorong pengembangan wisata halal Banda Aceh," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini