Sandiaga Uno Ingin Desa Wisata Jadi Lokomotif Kebangkitan Parekraf

Antara, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 406 2404503 sandiaga-uno-ingin-desa-wisata-jadi-lokomotif-kebangkitan-parekraf-xObmBy6Fwo.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berharap desa wisata mampu menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian Tanah Air khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Ia menjelaskan, program penobatan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 menjadi salah satu cara untuk memulihkan perekonomian Indonesia, khususnya pariwisata.

Sandiaga menyebut bahwa program tersebut dilakukan guna menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia dan berdaya saing.

"Desa wisata ini merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf di tengah pandemi," katanya.

Baca juga: Sandiaga Tegaskan Objek Wisata Tetap Buka saat Larangan Mudik, Pengawasan Diperketat

Mantan Wagub DKI Jakarta itu menjelaskan, sesuai RPJMN 2020-2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024.

Namun, ia berharap bisa melebih target yang dicanangkan mengingat besarnya potensi desa wisata, yang tercatat terdapat di 74 ribu desa di Indonesia.

"Kami memetakan ada 1.200 potensi desa wisata di Tanah Air yang siap dikembangkan secara berkelanjutan karena memiliki nilai kearifan lokal dan budaya yang kuat. Ini menjadi target kita ke depan," tuturnya.

Selain itu ia menambahkan, secara umum desa wisata terklasifikasi dalam tiga kategori. Pertama adalah rintisan, desa wisata maju dan berkembang, serta desa wisata mandiri yakni desa wisata yang sudah mampu melakukan inovasi masyarakat dalam pengembangan potensi desa menjadi unit kewirausahaan mandiri.

"Kita sudah memiliki desa wisata yang terkenal di dunia salah satunya di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, yang terkenal karena menjadi desa terbersih di dunia. Kita juga punya beberapa desa yang sudah memiliki standar internasional, oleh karena itu penilaian anugerah di Desa Wisata Indonesia tahun 2021 didasarkan empat pilar pengembangan pariwisata berkelanjutan yaitu, tata kelola, ekonomi lokal, budaya, dan pelestarian lingkungan," bebernya.

Bagi masyarakat atau pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ingin bergabung ke dalam jaringan desa wisata resmi di Indonesia lanjut Sandiaga, dapat mendaftarkan diri melalui situs resmi Jaringan Desa Wisata Jadesta.com. Peserta dapat melakukan pendaftaran mulai 7 Mei hingga 26 Juni 2021.

Pada kesempatan yang sama, salah satu dari 15 juri Anugerah Desa Wisata 2021, Chef Vindex Tengker menambahkan, salah satu daya tarik desa wisata itu adalah dari sisi kuliner selain keindahan alam dan kebersihannya.

Baca juga: Sidoarjo Kembangkan Wisata Desa, Memancing Dianggap Potensial

"Kita ingin kurasi betul kuliner menjadi daya tarik untuk kunjungan wisatawan ke desa wisata. Diplomasi kuliner juga menjadi media promosi keluar negeri. Kita harapkan nanti terjadi peningkatan kualitas produk juga dibarengi dengan keberlanjutan supaya mereka bisa terus maju dari desa miskin bisa jadi desa makmur. Masyarakatnya harus diapresiasi karena bisa menjaga desa wisata terbaik dengan memelihara budaya dan kearifan lokal termasuk makanan," kata dia.

Sementara itu, kategori penilaian Anugerah Desa Wisata 2021 meliputi homestay, toilet, suvenir, desa digital, CHSE, konten kreatif, dan daya tarik wisata. Pemenang Anugerah Desa Wisata ini akan diumumkan pada 7 Desember 2021.

Seluruh desa wisata yang terdaftar dalam Anugerah Desa Wisata 2021 nantinya akan masuk ke dalam Jaringan Desa Wisata Indonesia atau Jadesta. Desa-desa tersebut juga akan dipromosikan kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini