Ratusan Pemudik Tiba di Pelabuhan Kendal Berbekal Hasil Rapid Test Antigen

Senin 03 Mei 2021 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 406 2404576 ratusan-pemudik-tiba-di-pelabuhan-kendal-berbekal-hasil-rapid-test-antigen-od6gTLz8hc.JPG Ratusan pemudik tiba di Pelabuhan kendal, Jawa Tengah (Foto: KRjogja)

ATURAN larangan mudik yang dipercepat oleh pemerintah dari 6 Mei 2021 menjadi 22 April 2021 sama sekali tidak memengaruhi animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Perbedaan standar pengetesan Covid-19 menjadikan banyak pemudik asal Kumai, Kalimantan Tengah menuju Jawa Tengah memilih jalur laut.

Kepala Pelabuhan Kendal, Andi Rahmad mengatakan, beberapa hari lalu ada 379 pemudik masuk ke Pelabuhan Kendal, sementara dari Kendal tidak ada penumpang yang berangkat menuju Kumai.

Baca juga: Mudik Lebih Awal, Pemuda Ini Kaget Dipaksa Putar Balik di Jalur Pantura

Sebab, untuk masuk ke Kumai harus menyertakan lolos uji Swab PCR yang sampai saat ini harganya mencapai Rp900 ribuan. Sedangkan untuk masuk ke Jawa Tengah cukup dengan rapid test antigen yang harganya jauh lebih murah.

“Untuk berangkat ke Kumai penumpang harus mengeluarkan biaya tiket dan swab PCR yang tentunya memberatkan, antara harga tiket dan biaya swab bisa 4 kali lipat sehingga tidak ada penumpang yang berani,” ujar Andi, menyitir laman KRjogja.

Meski dilarang sambungnya, para pemudik itu tetap nekat pulang karena ditunjang persyaratan yang ringan.

Kendati begitu, para penumpang yang berasal dari Kumai saat turun di pelabuhan tetap dilakukan pengecekan surat bebas Covid-19 dan dicek suhu tubuh.

“Untuk penumpang yang tidak dapat menunjukkan surat bebas Covid 19, akan kami naikkan kembali ke kapal dan tidak boleh masuk Kendal,” tegasnya.

Salah satu agen tiket kapal, Yessi mengaku dua kali lebaran ini terasa berat. Sebab adanya larangan mudik sehingga jumlah penumpang jauh menurun. Biasanya kata dia, di hari pertengahan puasa pemudik sudah mulai berdatangan dan pemberangkatan juga sama ramainya.

“Larangan mudik dan persyaratan yang berbeda standarnya menjadikan penumpang sepi apalagi nanti seminggu sebelum dan sesudah lebaran semua tidak boleh beroperasi ini masa sulit bagi kami,” keluhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini