Aturan Perjalanan Baru Arab Saudi bagi Warga Sudah Divaksinasi dan Penyintas COVID-19

Gracella Kezia, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 406 2404949 aturan-perjalanan-baru-arab-saudi-bagi-warga-sudah-divaksinasi-dan-penyintas-covid-19-SyJcFEBgXi.jpeg Arab Saudi buka pembatasan perjalanan mulai 17 Mei 2021 (Foto SPA/Arab News)

ARAB Saudi membuka penerbangan international mulai 17 Mei 2021. Warga Saudi yang telah divaksinasi atau mereka yang sudah pulih dari COVID-19 akan diizinkan untuk bepergian ke luar negeri saat kebijakan tersebut berlaku.

Hal itu diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi sebagaimana dilansir dari Arab News, Senin (3/5/2021).

 Baca juga: Arab Saudi Kembali Buka Penerbangan, 20 Negara Termasuk Indonesia Dilarang Masuk

Warga yang telah divaksinasi COVID-19 secara penuh atau telah menerima dosis pertama setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan akan diizinkan untuk melakukan perjalanan.

Berdasarkan informasi kesehatan dari aplikasi Tawakkalna, warga yang terjangkit COVID-19 harus sudah sembuh minimal 6 bulan sebelum melakukan perjalanan.

Anak-anak berusia antara 8 dan 18 tahun dibebaskan dari aturan vaksinasi tetapi harus menunjukkan asuransi perjalanan dari Bank Sentral Saudi yang akan memastikan perawatan medis COVID-19; mereka harus menghabiskan tujuh hari di karantina setelah kembali dan melakukan tes PCR di akhir waktu tersebut.

Anak-anak di bawah 8 tahun dibebaskan dari tes, menurut pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca juga: Melihat Makam Kesepian yang Menakjubkan di Kota Nabi Saleh

Dalam konferensi pers Minggu, Kemenkes mendesak siapa pun yang mengalami gejala pasca-vaksinasi untuk mengunjungi klinik Tetamman. Appointment dapat dilakukan melalui aplikasi yang telah khusus dibuat untuk masalah apapun yang terkait dengan virus corona, Sehhaty.

Juru bicara Kemenkes Dr. Mohammad Al-Abd Al-Aly mengatakan kepada warga untuk memantau diri mereka sendiri secara hati-hati pasca mendapatkan vaksinasi, dan mendesak mereka untuk mencari perawatan medis jika mereka mengalami gejala mirip COVID setelah vaksinasi, terutama jika gejala tersebut berlangsung lebih dari tiga hari.

Dia juga mengatakan bahwa warga yang berusia di atas 75 tahun dapat mengunjungi pusat vaksinasi mana pun tanpa melakukan janji temu, tidak perlu melakukan tes PCR sebelum divaksinasi, dan bahwa vaksinasi tidak akan berpengaruh pada hasil tes PCR.

"Kerajaan juga belum mencatat kematian terkait vaksin COVID-19," katanya.

Dengan jumlah kasus COVID harian kembali mencapai angka tiga digit, kementerian juga mendesak Saudi untuk terus berhati-hati tentang aktivitas mereka, untuk menutup dan menghindari pertemuan, dan mengikuti semua pedoman keselamatan yang diperlukan untuk membantu mengekang penyebaran virus menjelang perayaan Idul Fitri mendatang.

“Kami masih dalam masa fluktuasi dan perlu terus mengikuti pedoman COVID,” kata Al-Aly.

“Beberapa hari mendatang sangat penting, terutama dengan liburan Idul Fitri yang semakin dekat. Mari kita pastikan bahwa momen perayaan ini tidak berubah menjadi momen bersedih."

Kementerian Kesehatan mengumumkan terdapat 937 kasus COVID baru pada hari Minggu, 1.120 pemulihan baru, dan 11 kematian baru. Ini membuat jumlah total menjadi 419.348 kasus, 402.664 pemulihan, dan 6.979 kematian.

 ilustrasi

Riyadh terus melaporkan jumlah kasus baru tertinggi, dengan 381 hari ini. Ini diikuti oleh Makkah dengan 225, dan Provinsi Timur dengan 110. Wilayah yang melaporkan jumlah terendah adalah Perbatasan Utara dengan 10 kasus diikuti oleh Baha dengan 8 dan Jouf dengan hanya 2 kasus.

Jumlah kasus aktif terhitung menurun menjadi 9.705 kasus, dimana 1.351 kasus berada dalam kondisi kritis. Tingkat pemulihan Kerajaan juga meningkat sedikit, saat ini mencapai 96 persen.

Jumlah vaksin total Kerajaan telah melampaui angka 9,6 juta, yang berarti Kerajaan memvaksinasi dengan kecepatan sekitar 2,19 per detik atau 188.968 setiap hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini