6 Desa di Kudus Layak Jadi Destinasi Wisata Heritage Seperti Yarusalem-Aqsa

Antara, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 406 2405447 6-desa-di-kudus-layak-jadi-destinasi-wisata-heritage-seperti-yarusalem-aqsa-KotY3PhBwk.jpg Objek wisata Menara Kudus, Jawa Tengah (Official Media Menara Kudus)

SEBANYAK enam desa yang berada di kompleks objek Menara Kudus, Jawa Tengah, diusulkan menjadi desa heritage atau desa warisan sejarah sebagai upaya memajukan perekonomian masyarakat setempat melalui daerah tujuan wisata baru.

Desa-desa ini dinilai layak jadi destinasi wisata geritage, karena diklaim ada titik wisata seperti di Yerusalem-Aqsa.

Baca juga: Desa di Kudus Kembangkan Wisata Air

"Enam desa yang diusulkan menjadi desa heritage itu adalah Desa Kauman, Langgar Dalem, Janggalan, Demangan, Damaran dan Kelurahan Kerjasan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono di Kudus, Selasa (4/5/2021).

Ia menjelaskan usulan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh masing-masing pemerintahan desa untuk mengembangkan potensi yang ada. Kebetulan keenam desa tersebut memang berada di kawasan Objek Menara dan Makam Sunan Kudus.

Bahkan, kata dia, di kawasan sekitar objek Menara Kudus itu diklaim ada titik wisata seperti halnya di Yerusalem-Aqsa.

"Kelak kawasan tersebut akan dijadikan Kudus-Yerusalem," katanya.

Baca juga: Masjidil Aqsa dan Tembok Ratapan Diselimuti Salju, Warga Israel-Palestina Bahagia

Kota lama Yerusalem, yang masih menjadi sengketa wilayah Israel-Palestina, selalu ramai dikunjungi wisatawan peziarah dari berbagai negara di dunia, sedangkan peziarah Muslim, datang untuk shalat di Masjid Al-Aqsa, tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah Makkah dan Madinah, di Arab Saudi.

Berdasarkan informasi, kata dia, rumah penduduk yang bangunannya masih klasik akan dipertahankan sebagai daya tarik wisata. Termasuk ada rumah warga yang disebutkan merupakan bangunan sebelum era Sunan Kudus dengan gaya Eropa, China, Arab dan Jawa.

 Ilustrasi

Dalam rangka pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata baru, maka pihaknya juga akan mempersiapkan payung hukumnya dalam bentuk peraturan bupati untuk pengembangan kawasan menara yang berlaku lima tahun.

“Sementara pendampingan untuk pengembangan desanya, menjadi kewenangannya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus,” kata Adi Sadhono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini