Masjid Agung Sholihin Jadi Objek Wisata Religi dan Pusat Kajian Islam

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 406 2405987 masjid-agung-sholihin-jadi-objek-wisata-religi-dan-pusat-kajian-islam-IMyEttT4eH.jpg Masjid Agung Sholihin di Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan (singgahkemasjid.blogspot.co.id)

PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mendirikan pusat kajian Islam di kawasan Masjid Agung Sholihin untuk menjadi bagian pengembangan wisata religi. Bupati OKI Iskandar mengatakan pembangunan pusat kajian tersebut direncanakan pada 2021.

“Pengembangannya dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahun ini berupa pembangunan ruang pertemuan, perbaikan menara, penggantian lantai masjid serta beberapa penambahan ruang,” ujar Iskandar, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Gedung Bekas Gereja Ini Kini Jadi Masjid Pertama Masyarakat Indonesia di Kanada

Sementara pada tahapan kedua, pada tahun 2022, dilakukan pengembangan sekitaran masjid dan pagar keliling.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PRKP) OKI Asmar Wijaya mengatakan pengembangan kawasan masjid merupakan inisiasi Bupati OKI untuk mewujudkan OKI lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera (Mandira) yang berlandaskan iman dan takwa.

Ketua Masjid Agung Sholihin Kayuagung Antonius Leonardo mengatakan kawasan Masjid Agung di pinggiran Sungai Komering itu memiliki unsur historis dan religi.

 

Pengelolaannya dapat tetap pada fungsi utamanya sebagai pusat dakwah dan studi agama Islam.

“Masjid Agung Sholihin milik umat dan juga merupakan aset Pemda OKI, layak untuk dikembangkan jadi pusat wisata religi untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar,” kata dia.

Anton menerangkan geliat kegamaan dan aktivitas sosial di masjid milik pemda itu terus berkembang. Salah satunya untuk pendidikan anak-anak melalui TPA, penghapal Alquran, kajian keislaman hingga pembinaan ekonomi kemasyarakatan.

“Masjid bukan hanya pusat beribadah tapi manfaatnya juga bagi warga sekitar,” katanya.

Baca juga:  Ini Bukan Pura ya Guys, tapi Masjid Kebanggaan Muslim Bali

Dana yang dikelola Masjid Agung Sholihin mencapai Rp1 miliar per tahun. Dana tersebut diperoleh dari zakat, infak, sedekah dan arisan kurban jemaah masjid tersebut, dan tidak mengendap dir ekening masjid namun dimanfaatkan bagi warga yang berhak.

“Dana dari infaq dan sedekah itu dikelola dengan manajemen yang baik seperti bantuan yatim piatu, umrah gratis, sisanya untuk operasional masjid,” ujar dia.

Pada masa pandemi COVID-19, kata dia, masjid menyalurkan bantuan bagi anak yatim di Kecamatan Kota Kayuagung.

“Ada ratusan anak yatim yang jadi anak asuh Masjid. Kita bantu Rp500.000 per bulan selama tiga bulan, untuk meringankan beban mereka pada masa pandemi,” ujar dia.

Pihaknya pun mengapresiasi Pemkab OKI yang secara intens membantu Masjid Agung Sholihin serta membangun pengembangan Kawasan Masjid Agung Sholihin.

 ilustrasi

Pembangunan dan penataan kawasan Masjid Agung Sholihin, tambah Anton, akan meningkatkan fungsi masjid.

Selain memberikan keamanan dan kenyamanan, pengembangan ini rencananya juga difungsikan sebagai lokasi wisata religi, melalui pembangunan sejumlah fasilitas penunjang, seperti areal manasik haji, fasilitas pendidikan, potong hewan kurban, hingga pusat kajian keagamaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini