Laut Marmara Tercemar Lendir "Agar-Agar", Pariwisata Turki Terancam

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 406 2406123 laut-marmara-tercemar-lendir-agar-agar-pariwisata-turki-terancam-DR2ipzMlkD.jpg Laut Marmara yang mengelilingi Istanbul, Turki tercemar (Foto Anadolu Agency)

PERMUKAAN Laut Marmara di Turki telah tertutup lapisan lendir tebal seperti agar-agar selama enam bulan. Pencemaran berupa ingus laut itu menjadi ancaman bagi industri perikanan serta pariwisata Turki yang sudah terdampak COVID-19. Pemerintah diminta bertindak.

Ingus atau lendir laut muncul di Laut Marmara yang mengelilingi Istanbul dan memiliki tempat yang sangat penting dalam pariwisata Turki. Pencemarannya sudah pada tingkat mengkhawatirkan.

Ingus laut adalah zat mirip jeli yang dibentuk oleh perkembangbiakan berlebihan tumbuhan mikroskopis yang disebut fitoplankton, yang memungkinkan kehidupan biologis di laut.

Baca juga: Pesona Kota Kuno di Turki Mampu Menarik Banyak Wisawatan Meski Pandemi

Anadolu Agency melaporkan bahwa ingus laut telah ada di Laut Adriatik dan Mediterania sejak abad ke-18 dan sebagian besar menyebar di Laut Marmara selama musim dingin 2007-2008.

Dekan Fakultas Maritim Universitas Bandırma Onyedi Eylül Mustafa Sarı menjelaskan peran lendir di alam dan alasan pembentukannya.

“Peningkatan jumlah unsur seperti nitrogen dan fosfor di laut sebagian besar terkait dengan limbah domestik seperti limbah. Limbah domestik yang dibuang ke laut tanpa diolah meningkatkan beban nitrogen dan fosfor air laut. Ingus laut akibatnya. proliferasi berlebihan umumnya terlihat dari 5 meter (16 kaki) hingga kedalaman 25-30 meter," katanya seperti dilansir dari Daily Sabah, Kamis (6/5/2021).

Diperkirakan, jika tidak dilakukan tindakan pencegahan terhadap ingus laut, aktivitas pariwisata di Laut Marmara akan terpengaruh secara negatif. Salah satunya adalah aktivitas berenang di laut

Selain itu, makanan laut yang dapat terkena dampak ingus laut dapat mempengaruhi kesehatan manusia serta berkurangnya keanekaragaman hayati laut.

Baca juga: Miris, Kawasan Wisata Pantai Bintan Tercemar Limbah Oli

“Situasi yang diharapkan pertama dari ingus laut adalah mengendap di dasar laut. Setelah ingus laut melapisi dasar laut, ia mengakhiri semua kehidupan di laut. Tanpa oksigen, sejumlah besar kematian terjadi di dasar laut. Pada saat yang sama, ingus laut menyumbat insang ikan dan menyebabkan tenggelam,” kata Muharrem Balcı, dosen hidrobiologi di Universitas Istanbul kepada Demirören News Agency (DHA).

“Namun tren ini bersifat global. Seiring dengan meningkatnya efek pemanasan, beberapa kelompok khusus mikroorganisme beracun akan muncul bersama dengan ingus laut. Zat beracun ini mempengaruhi sebagian memancing lebih banyak dan lainnya," ujarnya.

Ingus laut juga berpengaruh terhadap perekonomian tidak terbatas pada pariwisata. Harga ikan juga diperkirakan akan naik akibat krisis yang juga menyulitkan kegiatan penangkapan ikan.

Profesor Biologi Kelautan di Universitas Çanakkale Onsekiz Mart, Muhammet Türkoğlu mengevaluasi situasi ini dalam sebuah wawancara yang dia berikan kepada AA.

“Para penyelam dan nelayan mengatakan bahwa situasi ini sudah berlangsung hampir enam bulan. Bagi nelayan, terutama pergerakan perahu dan pencabutan jaring ikan menimbulkan masalah yang sangat besar. Ketika alasan seperti penurunan kapasitas jaring ditambah, harga ikan diperkirakan akan meningkat, "katanya.

ilustrasi

Kota Metropolitan Istanbul (IBB) mengumumkan di situs webnya bahwa mereka terlibat dalam proyek baru untuk menangani ingus laut.

Proyek, di mana IBB bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Kehutanan dan Universitas Bandırma Onyedi Eylül, mencari solusi untuk krisis tersebut. Untuk proyek tersebut, Laut Marmara dikeruk dan dibersihkan dengan perahu pembersih permukaan laut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini