Larang Perempuan Telanjang Dada di Pantai, Kota Ini Malah Diprotes

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 406 2407273 larang-perempuan-telanjang-dada-di-pantai-kota-ini-malah-diprotes-Rvs6HeZVvS.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

LARANGAN wanita bertelanjang dada di pantai di Ocean City, Maryland, AS tuai kontroversi. Para pemrotes menganggap aturan itu melanggar jaminan Konstitusi atas perlindungan yang sama dan harus dibatalkan.

The Washington Post melaporkan bahwa Pengadilan Banding Sirkuit AS ke-4 yang berbasis di Richmond sedang meninjau putusan tahun lalu yang menegakkan peraturan Ocean City yang melarang wanita, untuk bertelanjang dada di pantai untuk melindungi "privasi publik".

Selama argumen lisan pada hari Rabu, Ketua Hakim Roger Gregory mengungkapkan keraguannya tentang alasan Ocean City untuk tindakan tersebut. Gregory menanyakan berapa banyak panggilan yang diterima pejabat kota yang mengeluhkan kemungkinan perempuan bertelanjang dada, dan mencatat bahwa peraturan tersebut disahkan setelah penyelidikan kepada polisi tentang apa yang akan terjadi jika perempuan "mengungkapkan kebebasan mereka dengan cara ini di pantai."

Baca Juga: Mudik Boleh Dilarang, tapi Staycation Masih Diminati Loh!

pantai

Gregory mengatakan, kepekaan publik dan standar hukum telah berubah dari waktu ke waktu, mengutip keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan undang-undang yang mengkriminalkan pernikahan antar ras dan aktivitas seksual antara orang dewasa sesama jenis.

"Kami tidak berada di lingkungan tipe Neanderthal yang sama," kata Gregory yang dilansir Okezone dari Fox News.

Pengacara Ocean City, Bruce Bright, mengatakan peraturan itu "bukan peraturan pilihan atau perilaku seksual. Namun aturan tersebut adalah peraturan tentang bertelanjang di depan umum.

April lalu, Hakim Distrik AS James Bredar menguatkan tindakan tersebut, dengan mengatakan bahwa dia sebagian terikat oleh putusan pengadilan sebelumnya.

"Melindungi kepekaan publik dari tampilan publik dari area tubuh yang secara tradisional dipandang sebagai zona sensitif seksual - termasuk payudara wanita, adalah tujuan penting pemerintah," tulis Bredar.

Kasus ini bermula ketika lima wanita Maryland menggugat kota resor tersebut atas undang-undang tahun 2017, dengan mengatakan bahwa kota itu secara tidak adil menargetkan wanita yang melanggar jaminan Konstitusi atas perlindungan yang setara. Peraturan tersebut membuat ketelanjangan umum sebagai pelanggaran kota yang dapat dihukum dengan denda $ 1.000 atau sekitar 14,2 juta rupiah.

Pejabat Ocean City mengatakan peraturan itu diperlukan untuk menjaga karakter kota yang ramah keluarga.

Gugatan tersebut adalah salah satu dari beberapa gugatan di seluruh negeri yang menantang undang-undang serupa. Di Colorado, pengadilan banding federal memutuskan larangan Fort Collins dan menyatakan peraturan kota itu tidak konstitusional. Mahkamah Agung A.S. tahun lalu menolak untuk mengambil tantangan terhadap undang-undang serupa di New Hampshire dalam kasus yang diajukan oleh tiga wanita yang didenda karena memperlihatkan payudara mereka di depan umum.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini