Diduga Sengaja Keluar Jalur demi Hindari Radar, Benarkah Pilot MH370 Depresi?

Suci Wulandari Putri, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 406 2407385 diduga-sengaja-keluar-jalur-demi-hindari-radar-benarkah-pilot-mh370-depresi-M9AvNigXB6.JPG Pilot Malaysia Airlines MH370, Capt. Zaharie Ahmad Shah (Foto: Ist)

SETELAH tujuh tahun tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 tanpa keterangan pasti pada Maret 2014 silam, belum lama ini seorang insinyur kedirgantaraan, Richard Godfrey menemukan alasan di balik tragedi itu.

Godfrey punya analisa tersendiri terkait menghilangnya pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan awak kabin dalam perjalanan dari Kuala Lumpur dan Beijing itu.

Ia merasa yakin bahwa pilot yang mengemudikan pesawat tersebut, yakni Capt. Zaharie Ahmad Shah sedang mengalami depresi berat dan sengaja memetakan jalur 'tak resmi' untuk menghindari pantauan radar.

Melansir laman Mirror, dalam penelitian terbarunya Godfrey memetakan posisi terakhir pesawat yang diketahui. Ia mengajukan teori barunya yang menguraikan momen-momen terakhir pesawat yang hilang berdasarkan sinyal radar penerbangan yang lemah.

Seperti yang dilaporkan oleh The Telegraph, Godfrey meyakini Zaharie sengaja mengarahkan jalur pesawat ke daerah-daerah yang tidak bisa terdeteksi radarnya, sebelum kemudian pesawat yang dikemudikan melonjak ke ketinggian dan kemudian menukik ke laut.

Baca juga: Viral Pramugari Kereta Ngasuh Bayi saat Ibunya Sakit Bikin Warganet Terenyuh

Saat kondisi ini, pilot akan memiliki oksigen yang cukup di kokpit untuk terus mengendalikan pesawat saat terjun bebas ke air. Pesawat MH370 lepas dari radar setelah take off dari Bandara Internasional Kuala Lumpur dan menuju rute kematiannya ke Beijing.

Pray for MH370

(Foto: Reuters)

Pejabat yang menyelidiki hilangnya pesawat tersebut telah menetapkan bahwa pesawat tersebut terlihat berputar balik dan tanpa sebab yang jelas dari jalur penerbangan yang direncanakan, kemudian melintasi Semenanjung Malaya dan Selat Malaka sebelum menghilang misterius.

Setelah menghilang dan dilakukan penyelidikan puing-puing pesawat terkonfirmasi muncul di Samudera Hindia. Selain itu potongan-potongan kunci dari puing-puing MH370 yang dikonfirmasi dan dicurigai telah muncul di Mauritius, Madagaskar, Tanzania, dan Afrika Selatan.

Baca juga: Pria Ini Bangun Tembok dari Kotoran Sapi karena Jengkel dengan Tetangga

Meski telah dilakukan pencarian dengan biaya paling mahal dan menyeluruh dalam sejarah penerbangan sekalipun, puing-puing MH370 tidak pernah ditemukan. Hingga saat ini keluarga dan kerabat yang berduka atas hilangnya pesawat MH370 masih belum mendapat jawaban yang konkret atas hilangnya MH370.

Penemuan analisis Godfrey yang mengklaim telah menemukan cara untuk melacak pergerakan terakhir pesawat, agaknya dapat menjadi jawaban dari hal yang selama ini dipertanyakan publik.

Godfrey melaporkan ia telah memetakan pergerakannya menggunakan data dari Weak Signal Propagation (WSPR), sebuah jaringan sinyal radio global yang dapat melacak pergerakan pesawat. Ia juga mengklaim telah melacak pergerakan MH370 menggunakan WSPR.

“WSPR seperti sekumpulan kabel trip atau sinar laser, tetapi mereka bekerja di segala arah di cakrawala ke sisi lain dunia,” kata Godfrey.

Penelitian ini menemukan MH370 melintasi delapan 'kabel perjalanan' tak kasat mata saat terbang di atas Samudera Hindia. Temuan ini dilaporkan sesuai dengan peta resmi jalur penerbangan terakhir pesawat nahas itu.

Menariknya adalah, teori penelitian Godfrey semakin dipercaya secara luas bahwa hilangnya penerbangan tersebut dilakukan secara disengaja.

Pesawat Malaysia Airlines

(Foto: Reuters/Damir Sagolj)

Penelitian tersebut mengklaim perubahan pergerakan pesawat saat menyimpang dari rute yang direncanakan yakni menuju China.

Keputusan pilot yang berusaha menghindari radar dengan mengabaikan petunjuk operator ATC serta jalur penerbangan resmi sepertinya sudah direncanakan secara matang.

“Tingkat detail dalam perencanaan menyiratkan pola pikir yang ingin melihat rencana kompleks ini dilaksanakan dengan baik hingga akhir,” kata Godfrey.

Sejak hilangnya MH370, teori-teori utama berspekulasi bahwa pilot yang mengemudikan pesawat mengalami depresi dan dengan sengaja menabrakkan pesawat ke Samudera Hindia. Teman-teman pilot selama bertahun-tahun pun juga mengamini bahwa Zaharie kesepian dan depresi.

Sementara, pakar penerbangan, William Langewiesche juga menuliskan bahwa antara penyelidik dan intelijen curiga sang pilot memang mengalami depresi.

Awal tahun ini, pemimpin tim pencarian Australia untuk hilangnya MH370, Peter Foley menemukan bukti baru. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa bangkai pesawat mungkin berada di dasar Samudera Hindia di daerah laut dalam berupa parit pegunungan dan ngarai di lepas pantai Australia Barat.

Para ahli juga yakin puing-puing pesawat berada di area perairan 1.200 mil di barat Cape Leeuwin. Para ahli menganalisis arus laut dan peninjauan jalur penerbangan yang direvisi untuk menentukan lokasi kecelakaan potensial.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia menyatakan akan melakukan pencarian lagi jika bukti baru yang kuat telah ditemukan, setelah perburuan internasional besar-besaran yang diperkirakan menelan biaya sebesar 111 juta Euro, atau setara hampir Rp2 triliun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini