Sandiaga Minta Pelaku Usaha Parekraf di Lombok Maksimalkan Dana Hibah Pariwisata

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 406 2407504 sandiaga-minta-pelaku-usaha-parekraf-di-lombok-maksimalkan-dana-hibah-pariwisata-uEk23iw7yA.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan kerja ke Lombok, NTB (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) agar dapat memaksimalkan program dana hibah pariwisata.

Hal itu disampaikannya di sela kunjungan kerjanya ke Lombok Timur, Jumat, 7 Mei 2021.

Sandiaga mengatakan, dana hibah pariwisata yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat ini masih proses dalam pengajuan di program PEN 2021. Hal itu sebagai bagian program PEN sektoral kementerian/lembaga dukungan pariwisata.

Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Pembangunan KEK Mandalika Sudah Patuhi ESG

"Untuk tahun ini, dana hibah pariwisata telah diusulkan untuk ditingkatkan jumlahnya dan diperluas jangkauan. Dari tahun lalu sebesar Rp3,3 triliun menjadi Rp3,7 triliun di tahun ini dengan cakupan tidak hanya untuk hotel dan restoran tapi juga pelaku usaha pariwisata lainnya seperti biro perjalanan dan lainnya," ujar Sandiaga.

Sandiaga Uno

(Foto: Kemenparekraf)

Menurutnya, dengan peningkatan jumlah dan perluasan cakupan penerima, maka akan lebih besar kesempatan bagi pelaku usaha di sektor parekraf untuk mendapatkan manfaat dari program tersebut. Khususnya pelaku usaha di Lombok Timur yang pada program Dana Hibah Pariwisata tahun 2020 belum mendapatkan alokasi.

Penyaluran dana hibah kata dia, tetap diusulkan melalui mekanisme transfer ke daerah. Sehingga nanti daerah yang akan menentukan bidang-bidang usaha terdaftar yang mendapatkan dana hibah sesuai dengan pajak penghasilan yang tercatat.

"Saya harapkan bupati dan kadis (pariwisata) untuk menyiapkan data agar bisa langsung berkoordinasi dengan Kemenparekraf karena saat ini program tersebut telah masuk tahap finalisasi. Begitu Komite PEN berikan sinyal, kita harapkan bisa tereksekusi di paruh kedua tahun ini agar bisa membantu pelaku usaha yang betul-betul membutuhkan," tuturnya.

(put)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini