Okupansi Hotel Turun saat Larangan Mudik, PHRI: Hari Kedua Baru Terasa Impact-nya

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 406 2407765 okupansi-hotel-turun-saat-larangan-mudik-phri-hari-kedua-baru-terasa-impact-nya-CSb73bPZ8V.JPG Ilustrasi (Foto: Mister Aladin)

SEKRETARIS Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Sekjen PHRI), Maulana Yusran menyebut, secara keseluruhan atau nasional okupansi hotel dengan adanya larangan mudik itu akan turun.

Hal ini dikarenakan, masyarakat yang biasa melakukan mudik kemudian dilanjutkan dengan melakukan perjalanan wisata akan berpengaruh terhadap okupansi hotel.

"Karena kita tahu, mudik ini kan hari pertama biasanya belum ada impact kepada hotel. Tapi di hari kedua dan seterusnya baru terasa impact-nya," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia belum lama ini.

Baca juga: Bikin Takjub! Bangunan Masjid Raudhatul Jannah Ini Menyerupai Al-Aqsa di Palestina

Ia menambahkan, pandemi ini membuat para pelaku bisnis perhotelan sangat terdampak parah. Di mana para tamu menjadi berkurang, apalagi larangan mudik ini sangat berpengaruh terhadap perhotelan.

Akan tetapi dibandingkan tahun lalu (2020), kata Maulana, okupansi hotel tahun ini akan lebih baik karena tidak ada larangan untuk menginap atau staycation di hotel.

"Tahun lalu kan kita benar-benar disetop, ya. Apalagi lagi PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Tahun ini akan ada peningkatan," terangnya.

Ia membandingkan antara April 2020 dan 2021 saat ini, di mana saat itu bulan paling parah, sehingga perhotelan terkena imbas sagat parah.

Maulana mengatakan, peningkatan okupansi yang diperkirakan sekitar 30 persen hingga 35 persen. Terlebih di April tahun ini akan terjadi peningkatan, dibandingkan tahun lalu.

"Tapi peningkatan itu bukan berarti baik. Kita tidak bisa membandingkan dengan tahun 2020 kalau okupansi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini