Pengalaman Horor saat Mudik, Linglung Cari Jalan hingga Ditolong Mobil Travel

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 406 2407771 pengalaman-horor-saat-mudik-linglung-cari-jalan-hingga-ditolong-mobil-travel-GouOMXhZku.JPG Ilustrasi (Foto: Pexel)

PENGALAMAN ini dialami oleh seorang perempuan bernama Fransischa Debby ketika sedang melakukan mudik dari Jakarta menuju kampung halamannya di Pacitan, Jawa Timur. Perjalanan ini dilakukan Fransischa bersama keluarganya sekitar 5-6 tahun silam dengan kendaraan pribadi.

Mereka berangkat dari Jakarta pada malam hari setelah waktu Isya dan semuanya masih berjalan normal seperti biasa.

“Waktu itu tol keluar Ungaran, ada jalur ke kiri Solo dan ke kanan Jogja (saat itu belum ada tembusan Tol Salatiga ya). Karena sebelumnya kalau mudik kami selalu ambil arah Solo, kali ini saya pingin banget lewat jalur yang Jogja karena belum pernah sama sekali. Dalam pikiran saya seberapa jauh sih ah paling sama seperti jarak kalo lewat Solo,” kata Fransischa seperti dikutip Okezone dari Quora.

Hari masih siang ketika Fransischa dan keluarga keluar dari Tol Ungaran. Namun entah kenapa perjalanan terasa lama dan panjang karena jalan yang dilewati cukup sempit.

Baca juga: Pengikut Sekte 'Love Has Won' di Amerika Simpan Mumi Jasad Pemimpin

Setelah sampai di daerah setelah Wonosari, Gunung Kidul, Fransischa mulai merasakan hal aneh. Apalagi jalanan pada saat itu masih menanjak dan sempit dengan daerah yang sepi dan mulai masuk azan maghrib.

“Pas naik dari tanjakan kecil itu (masuk daerah giri-giri itu) cuma ada beberapa kendaraan aja yang melintas. Setelah itu sepi, gelap, yah namanya suasana magrib. Enggak lama kami ngerasa ada mobil lain. Tapi ini mobil seperti ngebut banget. Setelah turunan itu mobil benar-benar lenyap. Biasanya kalau di pegunungan kan masih kelihatan ada sorot lampunya ya dan itu seketika mobil tadi hilang,” tuturnya.

Masih di jalur tersebut, Fransischa dan suami melihat sosok bapak-bapak memakai sarung yang tampaknya akan berangkat/pulang dari masjid dengan muka yang belum terlihat. Namun setelah dilihat lagi, bapak-bapak tersebut kemudian duduk di tembok kecil dan menatap mereka sambil tersenyum.

Fransischa dan suaminya kaget dan saling menatap. Anak-anak mereka yang berada di belakang pun juga tampak gelisah.

Setelah beberapa jam, Fransischa belum juga bisa keluar dari jalur tersebut. Ia merasa seperti diputar-putar tak ada ujungnya. Belum habis di situ, Fransischa dikejutkan oleh mobil travel yang lewat berpapasan dengan mereka. Namun anehnya, mobil tersebut tidak ada nama dan plat nomornya.

“Travel ini benar-benar gelap kacanya. Saya bilang sama suami, supaya kita mepet terus sama travel depan itu biar ada temennya karena rasanya sudah lelah gitu ya jalanan tidak ada habisnya. Di sini yang saya enggak habis pikir, pas mobil kami mepet travel itu tiba-tiba ada sejenis hewan nyeberang di antara kami dengan travel depan,” kata Fransischa.

Ia tidak melihat rupa wajah dan kepala hewan itu, tapi Fransischa yakin hewan tersebut berwarna abu-abu seperti serigala atau anjing.

“Yang jadi keheranan saya, harusnya hewan itu pas nyebrang bisa saja tertabrak mobil saya kan. Tapi tidak terjadi apa-apa. Selayaknya hewan lompat lalu nyebrang aja gitu udah. Kaget banget lah kami.”

Pada akhirnya, mobil Fransischa tetap mepet dengan mobil travel tersebut sampai akhirnya mereka memasuki wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur. Kelegaan pun dirasakan Fransischa sekeluarga ketika mereka sudah memasuki wilayah yang tidak terlalu asing.

“Di benak saya semoga travel tadi dikirimkan Allah sebagai petunjuk keluar dari jalur yang tidak ada habisnya tadi. Karena sepertinya sopir travel tadi paham kalau kami kayak orang hilang gitu. Si sopir tidak terlalu ngebut memacu mobilnya. Lalu setelah masuk wilayah Pacitan baru kemudian si travel itu tancap gas sampai kami tidak bisa lagi membuntutinya. Bener-bener ngebut,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini