Satu Keluarga Diusir Paksa dari Pesawat, Alasannya Bikin Miris

Fatha Annisa, Jurnalis · Minggu 09 Mei 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 406 2407813 satu-keluarga-diusir-paksa-dari-pesawat-alasannya-bikin-miris-onBPJ2K2NO.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEORANG ibu asal Colorado, Amerika Serikat dan keluarganya menuntut hak kursi penumpangnya setelah Southwest Airlines mengeluarkan paksa mereka. Maskapai itu sebelumnya khawatir karena putra mereka yang berusia 3 tahun, Orion, tidak mengenakan masker.

Caroline Scott memberi tahu bahwa keluarganya "didiskriminasi" karena kecacatan putranya. Orion menderita gangguan pemrosesan sensorik yang membuatnya agak kesulitan untuk mengenakan masker.

Caroline memberitahu maskapai sebelum penerbangan mereka dan menjelaskan bahwa keluarganya tidak memerlukan "pengecualian" khusus. Ia mengaku dapat menangani kebutuhan putranya.

"Dia bisa memakai masker dan dia akan melakukannya, tetapi jika dia mengalami kesulitan, kita sebagai orangtuanya memiliki keterampilan yang kita butuhkan untuk membantunya mengatasi itu, dan untuk tetap memakai maskernya," ucap Caroline melansir Fox News.

Baca juga: Pengikut Sekte 'Love Has Won' di Amerika Simpan Mumi Jasad Pemimpin

Sebelumnya lanjut Caroline, perwakilan Southwest Airlines mengonfirmasi bahwa mereka akan mencatat informasi pada tiket putranya dan "tidak akan ada masalah" ketika dia check-in.

Scott mengungkapkan situasinya menjadi sangat berbeda ketika dia check in di gerbang pesawat.

"Petugas melihat catatan di tiketnya dan berkata, 'kami perlu mendapatkan pengawas untuk mengizinkan Anda semua terbang hari ini," kata Caroline kepada pembawa acara bersama Ainsley Earhardt.

Ilustrasi

(Foto: Reuters)

"Yang membingungkan karena Southwest telah memberitahuku bahwa tidak akan ada masalah," sambungnya.

Setelah supervisor memberi tahu kapten, Scott mengatakan ada miskomunikasi. Dia mencoba "menyela" dan menjelaskan kondisi putranya, tetapi sayangnya diabaikan.

"Saya memiliki catatan dokter, catatan terapis okupasi yang mendukung kami," kata Caroline kepada Earhardt.

"Tapi mereka tidak mau mendengarkan saya. Mereka tidak mau bicara dengan saya. Mereka tidak mau melihat catatannya. Jadi kami keluar dari jembatan jetway," paparnya.

Setelah Caroline meyakinkan supervisor maskapai bahwa Orion dapat mengenakan maskernya, mereka kemudian duduk di kursi mereka. Tapi Caroline menyebutkan bahwa kapten berargumen tidak akan membuat pengecualian apapun dan aturan adalah aturan.

Keluarga Scott kemudian dikeluarkan dari pesawat dengan alasan kapten tidak merasa "nyaman" dengan keberadaan mereka dalam penerbangan.

"Kami diturunkan bukan karena perilaku kami, tetapi karena kecacatan putra saya. Hal itu merupakan sebuah diskriminasi," katanya.

Caroline Scott menambahkan Southwest Airlines mengirimkan pernyataan yang menyebutkan seorang spesialis akan menghubungi dalam waktu 30 hari dan keluarganya harus mengeluarkan biaya lima kali lipat untuk tiket pesawat baru.

Keluarga Caroline berencana mengunjungi neneknya yang berusia 94 tahun dan berakhir menundanya satu setengah hari karena situasi tersebut.

"Keluarga akan berlibur musim panas ini. Ini bukan yang pertama atau terakhir kali hal itu akan terjadi, dan saya tidak ingin ini berlanjut," ucapnya.

Perusahaan memberikan pernyataan dan mengatakan; "Southwest Airlines menyesali ketidaknyamanan tersebut. Karyawan Southwest bekerja setiap hari untuk memastikan persyaratan mandat federal dengan kepekaan selama masa-masa sulit ini," demikian tanggapan pihak maskapai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini