Share

Diawasi Satgas COVID-19, Objek Wisata di Kalbar Buka saat Lebaran

Antara, Jurnalis · Senin 10 Mei 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 09 406 2408062 diawasi-satgas-covid-19-objek-wisata-di-kalbar-buka-saat-lebaran-zBH8SZWF6Y.jpg Rafting di Bengkayang, Kalimantan Barat (Antara)

KEPALA Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) Windy Prihastari mengatakan destinasi wisata di provinsi tersebut tetap buka saat libur Lebaran atau Idul Fitri 1442 Hijriah dengan pengawasan Satgas Penanganan COVID-19.

“Aktivitas pengelolaan wisata yang dibuka di Kalbar itu tetap di bawah pengawasan Satgas COVID-19 yang didampingi oleh TNI dan Polri. Razia rutin dan pengawasan juga akan dilakukan secara ketat," ujarnya di Pontianak, Minggu 9 Mei 2021.

Baca juga:  Sandiaga Uno: Kuliner, Fesyen dan Kriya Bisa Jadi Andalan Kalimantan Barat

Ia menjelaskan bahwa dibukanya destinasi wisata pada tempat-tempat tertentu untuk mengantisipasi masyarakat lokal agar tidak mudik. Namun, pihaknya juga tetap melakukan pengawasan tentang disiplin dan tetap memonitor di beberapa tempat bersama satgas kabupaten maupun kota.

 

“Beroperasinya tempat wisata juga tetap mengacu pada Surat Edaran Gubernur Kalbar Nomor 443.1/0111 Tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan masyarakat dan penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan penanganan COVID-19,” katanya.

Baca juga:  Pontianak Bertekad Jadi Destinasi Wisata Olahraga

Ia mengatakan hal tersebut agar masyarakat umum dapat mengetahui tentang adanya peraturan gubernur mengenai penegakan protokol kesehatan di tempat wisata.

"Setiap destinasi wajib memasang pemberitahuan mengenai surat edaran gubernur Kalbar tersebut baik berupa baliho, banner, dan lain sebagainya," kata dia.

Ia mengatakan sejak awal Januari 2021, pemerintah telah melaksanakan uji sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) bagi pelaku usaha pariwisata baik perhotelan, restoran, kafe maupun destinasi pariwisata yang intinya usaha jasa pariwisata harus benar-benar menjaga protokol kesehatan.

"Kami juga melakukan vaksinasi bagi pelaku wisata dan masyarakat umum, untuk pelaku wisata di Kalbar sudah vaksinasi pada tahap kedua," ujarnya.

 ilustrasi

Sementara itu, Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Kalbar, Nugroho Henray Ekasaputra menilai meski obyek wisata buka namun ada larangan mudik tetap tidak menguntungkan sektor pariwisata.

“Kondisi sekarang sektor pariwisata, buka namun tidak boleh mudik karena ada pembatasan- pembatasan. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan pariwisata Kalbar. Pelaku pariwisata tentu terpukul dengan kondisi sekarang,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini