Korea Utara Kedatangan Hoax Covid-19 dari Balon Terbang

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Selasa 11 Mei 2021 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 406 2408536 korea-utara-kedatangan-hoax-covid-19-dari-balon-terbang-YcZoidbbDi.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KOREA Utara telah meminta warganya untuk tidak membaca selebaran propaganda yang dikirim melalui balon dari Korea Selatan, yang mengklaim bahwa Covid-19 dapat masuk ke negara itu melalui tetesan air.

Menurut kantor berita Yonhap, surat kabar milik pemerintah Rodong Sinmun tersebut mendesak orang-orang untuk menjauh dari selebaran dan meminta mereka untuk "berpikir dan bergerak" sejalan dengan pedoman Covid-19. Sejak dimulainya pandemi, Korea Utara belum melaporkan adanya kasus Covid-19.

"Bahkan ketika kami menemukan benda aneh yang terbang tertiup angin, kami harus menganggapnya sebagai kemungkinan jalur penularan virus berbahaya daripada fenomena alam." Katanya yang dilansir Okezone dari Independent

Masalah selebaran propaganda dan balon yang diterbangkan dari Korea Selatan telah menjadi masalah jangka panjang. Kim Jong Un menyebutnya sebagai langkah provokasi dan bahkan mengancam akan membalas atas taktik tersebut.

Baca Juga: Gaya Manja Pramugari Puji Amelia Idaman Para Lelaki

Pada Kamis, polisi Korea Selatan melakukan penggerebekan di kantor Park Sang-hak, seorang aktivis dan pembelot terkenal Korea Utara, yang mengatakan bahwa dia telah menyebarkan ratusan ribu selebaran propaganda ke arah Korea Utara dengan balon.

Dia tetap menerbangkan balon itu meskipun ada undang-undang baru yang kontroversial yang melarang selebaran terbang, drive USB atau uang ke Korea Utara. Melanggar undang-undang baru bisa membuat pelakunya dihukum hingga tiga tahun penjara. Aktivis tersebut adalah orang pertama yang diperiksa sejak undang-undang baru diberlakukan pada Maret lalu.

Menurut Kepolisian Metropolitan Seoul, penggerebekan di kantor aktivis Seoul terkait dengan pengumumannya bahwa kelompoknya meluncurkan balon yang membawa 500.000 selebaran, 5.000 lembar uang satu dolar dan 500 buklet tentang perkembangan ekonomi Korea Selatan melintasi perbatasan pekan lalu. Tetapi polisi menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Namun, aktivis tersebut membangkang dan setelah penggerebekan mengatakan akan terus meluncurkan balon.

"Bahkan jika kami mendapatkan tiga tahun penjara atau bahkan 30 tahun penjara. Kami akan terus mengirimkan selebaran untuk membiarkan rekan-rekan kami yang kelaparan di Korea Utara mengetahui kebenaran tentang pemerintah otoriter mereka."

Setelah balon dikirim melintasi perbatasan pada hari Minggu, Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong Un, mengatakan pembelot Korea Utara di Korea Selatan baru-baru ini menyebarkan selebaran melawan Korea Utara.

Dia menyebut tindakan mereka sebagai provokasi yang tak tertahankan dan mengatakan pemerintahnya akan mempertimbangkan tindakan yang sesuai.

Pernyataannya menjadi perhatian otoritas di Selatan, tahun lalu Korea Utara meledakkan kantor penghubung antar-Korea yang kosong di wilayahnya setelah dia bereaksi dengan marah atas selebaran propaganda serupa yang dikirim ke Korea Utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini