Legitnya Maamoul, Kuliner Wajib saat Idul Fitri di Palestina

Suci Wulandari Putri, Jurnalis · Selasa 11 Mei 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 301 2408895 legitnya-maamoul-kuliner-wajib-saat-idul-fitri-di-palestina-2s8pyt8dam.jpg Maamoul, kue khas Idul Fitri di Palestina (Shutterstock)

SAAT pekan terakhir Ramadhan, biasanya dari rumah warga Palestina di Jalur Gaza sudah mengeluarkan semerbak bau maamoul dan kue-kue yang mengepul.

Maamoul merupakan makanan penting yang kerap dihidangkan saat Hari Raya Idul Fitri di Palestina. Maamoul diisi dengan kurma atau kenari, pistachio dan kacang-kacangan, dan lapisan luarnya ditaburi gula putih yang dihancurkan.

Baca juga: Menikmati Roti Khas Ramadhan yang Tak Hilang Tergerus Perang di Suriah

Melansir dari Arab News, Selasa (11/5/2021), maamoul juga populer di Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, dan Irak. Makanan manis ini merupakan salah satu hidangan utama yang disiapkan untuk perayaan Idul Fitri.

Samira Al-Burai (54), warga Palestina sangat menyukai momen saat ia dan putra putrinya mempersiapkan maamoul.

Ia mengatakan dirinya belajar membuat maamoul dari sang ibu, dan ingin mengajarkan kepada putrinya juga agar tradisi membuat maamoul ini dapat terus berlanjut di hari-hari terakhir Ramadhan.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri, para wanita di Palestina mendapatkan uang selama Ramadhan dengan membuat dan menjual maamoul. Hal ini salah satunya dilakukan oleh Salwa Kabariti (57).

Baca juga: Menjelajahi Destinasi Wisata Kuliner Halal Bersejarah di China

Ia mengatakan awalnya ia hanya membuat maamoul untuk santapan keluarga saja Akan tetapi setelah mengalami masa-masa sulit, ia mulai memproduksi maamoul dalam jumlah yang lebih besar dan menjual ke tetangga, teman, dan bahkan ke beberapa toko.

“Karena kondisi ekonomi kami yang memprihatinkan, saya mulai mencari sumber penghasilan. Menjual maamoul dapat menawarkan sumber (pendapatan) yang bagus. Ini membantu saya dan keluarga saya untuk mengatasi krisis ekonomi kami,” kata Kabariti.

Kabariti mengatakan dirinya menyukai pekerjaannya dan akan terus membuat maamoul setiap Ramadhan selama dirinya masih mampu melakukannya.

Meskipun banyak toko roti yang menjual maamoul di Jalur Gaza, banyak wanita lebih memilih membuat sendiri di rumah untuk melestarikan suasana pesta di rumah mereka.

ilustrasi

Ini juga dirasakan oleh Lubna Al-Sumairi (40), ia mengatakan dirinya sangat menyenangi saat mempersiapkan maamoul bersama sang suami dan anggota keluarga lainnya.

“Membuat maamoul adalah salah satu kebiasaan terpenting yang kami nikmati selama hari-hari terakhir Ramadhan; persiapannya, rasanya enak, dan suasananya yang menyenangkan memberi kami perasaan bahagia,” kata Lubna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini