Cara Mencegah Tertular COVID-19 saat Traveling dengan Pesawat

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 12 Mei 2021 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 406 2409093 cara-mencegah-tertular-covid-19-saat-traveling-dengan-pesawat-rKd4f4UOEi.jpg ilustrasi (stutterstock)

TRAVELING merupakan salah satu cara paling diminati masyarakat dalam mengisi liburan. Meskipun pandemi masih berlangsung, beberapa negara kini sudah bersiap menyambut kembali kedatangan wisatawan.

Untuk mencegah penularan virus corona, para penumpang transportasi umum seperti pesawat sangat dianjutkan mematuhi protokol kesehatan. Berbagai penelitian juga dilakukan untuk membantu para calon penumpang menghindar dari penularan COVID-19.

Baca juga: Traveling Bukan Hanya Kesenangan, tapi Bisa Mengenal Budaya

Departemen Transportasi Inggris menyarankan penumpang untuk selalu duduk selama perjalanan berlangsung, ikuti instruksi kru kabin, melakukan transaksi pembayaran nirsentuh, dan memberitahu awak kabin jika Anda tidak dalam kondisi sehat.

Melansir INDEPENDENT, Selasa, sebagian maskapai penerbangan meminta penumpang mengenakan masker saat tidak sedang makan atau minum dan menyediakan pembersih tangan.

Beberapa lainnya seperti Qatar Airways bahkan mengharuskan penumpang memakai pelindung wajah.

Di Inggris, Skotlandia dan Wales penumpang harus memakai penutup wajah di dalam pesawat, sementara di Irlandia Utara tindakan tersebut "direkomendasikan". Beberapa maskapai penerbangan juga menjelaskan secara spesifik jenis masker yang mereka anggap dapat diterima.

Jika durasi penerbangan tidak lama, penumpang disarankan pergi ke toilet sebelum menaiki pesawat. Hal ini dapat membantu mengurangi kebutuhan buang air kecil untuk pergi ke kamar kecil ketika berada di pesawat dan mengurangi pergerakan di dalam kabin.

Baca juga: 6 Alasan Kamu Harus Pergi Traveling Meski Pandemi

Upaya tersebut juga meminimalkan kemungkinan penumpang menyentuh spot yang sering disentuh oleh penumpang lain.

Baik Ryanair dan easyJet telah menerapkan kebijakan untuk menghindari antrean toilet di lorong kabin, tetapi tidak pergi ke toilet sama sekali memiliki risiko terendah dalam penularan virus.

Penelitian pun telah menunjukkan bahwa mereka yang banyak bergerak di sekitar kabin lebih cenderung terkena bakteri dan virus.

Dalam sebuah studi tahun 2018 yang melacak "perilaku, pergerakan, dan penularan penyakit pernapasan yang dimediasi tetesan selama penerbangan maskapai lintas benua", tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Emory Atlanta menemukan bahwa mereka yang duduk di dekat jendela memiliki pertemuan yang jauh lebih sedikit dengan penumpang lain daripada orang-orang di kursi lain.

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh fakta bahwa mereka yang berada di dekat jendela lebih kecil kemungkinannya untuk bangun dari tempat duduk.

Hanya 43 persen pengisi kursi di dekat jendela yang berjalan di sekitar pesawat dibandingkan dengan 80 persen orang yang duduk di kursi lorong. Artinya, mereka cenderung tidak bersentuhan dengan orang maupun tempat yang berpotensi membawa pembawa virus.

ilustrasi

Salah satu diagram studi menunjukkan besar kemungkinan pelancong melakukan kontak dengan penumpang menular berdasarkan tempat duduk mereka.

Selain mereka yang duduk di baris yang sama dengan pembawa virus, semua penumpang kursi dekat jendela memiliki peluang lima persen atau kurang untuk bersentuhan dengan pembawa virus.

Sebagian besar memiliki probabilitas 0-1 persen, jauh lebih rendah daripada mereka yang duduk di kursi tengan dan dekat lorong kabin.

Oleh karena itu, memilih untuk duduk di dekat jendela dapat menurunkan risiko Anda tertular virus. Tetapi yang paling penting untuk diingat adalah semakin sedikit Anda bergerak di sekitar pesawat, semakin rendah kemungkinan Anda bersentuhan dengan pembawa virus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini