Arab Saudi hingga Myanmar, Begini Tradisi Perayaan Idul Fitri di Seluruh Dunia

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 12 Mei 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 406 2409126 arab-saudi-hingga-myanmar-begini-tradisi-perayaan-idul-fitri-di-seluruh-dunia-FyF60lGBZ1.jpg Ilustrasi tradisi Idul Fitri di Malaysia (The Sun Daily)

SETELAH berpuasa sebulan penuh selama Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri. Pagi 1 Syawal Tahun Hijriah, masyarakat Muslim akan Shalat Id sebagai bentuk ibadah yang sangat dianjurkan saat hari suci tersebut, kemudian dilanjutkan dengan tradisi-tradisi lain.

Berbagai negara punya tradisi masing-masing dalam perayaan Idul Fitri. Tentu saja ada beberapa kebiasaan tak leluasa dilakukan pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang.

Baca juga: Ancol Buka saat Libur Lebaran, Batasi Pengunjung 36.000 Orang Per Hari

Mengutip The Sun Daily, berikut kebiasaan perayaan Idul Fitri di berbagai belahan dunia :

Indonesia

Idul Fitri di Indonesia sering disebut dengan Lebaran. Ini merupakan perayaan yang sangat besar mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragam Islam. Beberapa hari jelang Idul Fitri warga akan pulang kampung alias mudik. Tahun ini, tradisi mudik dilarang, tapi tetap ada saja warga nekat menerobos penyekatan.

Warga Muslim di sejumlah wilayah akan membuat kue tradisional untuk disajikan saat lebaran. Ada beberapa kuliner khas lebaran disantap bersama seperti ketupat, opor ayam, timphan, lemang, lontong sayur, dan lainnya.

Malam Lebaran, di beberapa daerah akan ada parade takbir keliling. Orang-orang ikut membawa obor di jalan, memukul beduk, dan menyalakan petasan atau kembang api.

Tradisi lainnya adalah berkumpul dengan keluarga atau silaturahmi, makan-makan, salam-salaman. Kemudian ada juga memberikan teman maupun keluarga parsel atau hampers berisi camilan manis khas Lebaran.

Malaysia

Serupa Indonesia, warga Malaysia juga punya tradisi mudik menyambut Idul Fitri. Rumah-rumah didekorasi dengan pelita dan keluarga akan menikmati hidangan tradisional seperti ketupat, kuih raya, lemang dan rendang bersama.

Baca juga: Ini Dia 4 Aktivitas Seru yang Bisa Anda Coba saat Libur Lebaran di Surabaya

Dengan penuh semangat anak-anak kecil akan menunggu pemberian uang raya dari para orang dewasa. Open house juga populer selama musim perayaan ini, sebagai acara di mana orang Malaysia dari semua ras berkumpul untuk menikmati makanan enak dan lezat bersama.

Arab Saudi

Orang-orang Saudi berbagi kegembiraan Idul Fitri melalui berbagai acara dan kegiatan meriah. Negara akan didekorasi dengan mewah untuk Idul Fitri. Penduduk setempat juga meninggalkan beras dan makanan pokok dalam jumlah besar secara anonim di depan pintu orang yang membutuhkan dan kurang beruntung-sebuah tradisi Idul Fitri yang unik di Arab Saudi.

Orang Saudi juga berkumpul dengan keluarga mereka dan menikmati pesta mewah. Anak-anak juga mendapatkan 'duit raya' dalam riyal, mata uang lokal.

Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal sebagai Seker Bayrami yang artinya Pesta Gula. Setelah sholat dan kumpul keluarga, anak-anak biasanya menerima berbagai macam kudapan manis seperti baklava. Permen juga diberikan sebagai hadiah untuk teman, keluarga dan tetangga.

Karena cuaca yang hangat selama musim perayaan, penduduk setempat berduyun-duyun ke pantai. Mereka akan mengunjungi anggota keluarga dan mengikuti kegiatan rekreasi seperti memancing, berenang, dan kegiatan air menyenangkan lainnya bersama keluarga dan teman.

China

Umat Muslim di China merayakan Idul Fitri dengan cara yang tidak jauh berbeda, dimulai dengan sholat subuh di masjid sebelum menikmati makanan enak yang disponsori oleh masjid.

Idul Fitri adalah hari libur umum di provinsi Xinjiang dan Ningxia, sehingga penduduk setempat mendapatkan waktu libur untuk merayakannya dan tidak dipungut biaya tol jika ingin bepergian.

Camilan berbahan dasar tepung yang sering disajikan dengan sup dan nasi yang disebut you xiang populer di kalangan penduduk setempat selama Idul Fitri.

Penduduk setempat berpartisipasi dalam kegiatan rekreasi seperti mengunjungi taman kota, bernyanyi, menonton barongsai, dan pertunjukan seni bela diri. Mereka juga membersihkan kuburan nenek moyang mereka, mirip dengan festival tahunan Qingming China.

ilustrasi

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab merayakan Idul Fitri dengan gaya megah dengan ratusan acara yang direncanakan dengan cermat. Setelah sholat, mereka menghabiskan hari mereka dengan bertemu teman-teman, menikmati pesta dan mengambil bagian dalam salah satu dari banyak kegiatan meriah yang dapat berkisar dari pertunjukan sulap hingga melihat taman hiburan yang didekorasi.

Orang Emirat juga merayakan Idul FItri dengan makan hidangan domba yang dimasak lambat dan disajikan dengan nasi berbumbu serta kacang pinus goreng yang disebut Ouzi.

Islandia

Pada puncak musim panas, matahari tetap berada di langit untuk waktu yang lebih lama dari biasanya, dan Muslim yang tinggal di Islandia harus berpuasa hingga 22 jam sehari. Untuk mengatasinya, para ulama dan ahli Islam menawarkan alternatif bagi Muslim yang tinggal di negeri matahari tengah malam ini.

Muslim Islandia dapat memilih untuk berbuka puasa setelah matahari terbit dan terbenam di negara terdekat, atau mengadopsi zona waktu Arab Saudi selama bulan suci.

Saat Idul Fitri, penduduk setempat merayakannya dengan makan prasmanan di masjid. Mereka bisa menyantap masakan Indonesia, Mesir, dan Eritrea selama bulan suci.

Myanmar

Pemuda Muslim Burma mengorganisir kelompok bernyanyi yang disebut Jago (yang berarti "bangun" dalam bahasa Hindi dan Urdu) selama Ramadhan dan berjalan di sekitar lingkungan untuk membangunkan sesama Muslim untuk sahur.

Mirip dengan penyanyi, rombongan Jago mengunjungi rumah-rumah dan disambut dengan sumbangan berupa uang atau makanan untuk para anggota tim.

Karena mereka dilarang mendekorasi rumah mereka oleh otoritas agama, penduduk Muslim setempat akan mengirim kartu Idul Fitri dan kartu elektronik kepada keluarga dan teman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini