Arab Saudi hingga Myanmar, Begini Tradisi Perayaan Idul Fitri di Seluruh Dunia

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 12 Mei 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 406 2409126 arab-saudi-hingga-myanmar-begini-tradisi-perayaan-idul-fitri-di-seluruh-dunia-FyF60lGBZ1.jpg Ilustrasi tradisi Idul Fitri di Malaysia (The Sun Daily)

Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal sebagai Seker Bayrami yang artinya Pesta Gula. Setelah sholat dan kumpul keluarga, anak-anak biasanya menerima berbagai macam kudapan manis seperti baklava. Permen juga diberikan sebagai hadiah untuk teman, keluarga dan tetangga.

Karena cuaca yang hangat selama musim perayaan, penduduk setempat berduyun-duyun ke pantai. Mereka akan mengunjungi anggota keluarga dan mengikuti kegiatan rekreasi seperti memancing, berenang, dan kegiatan air menyenangkan lainnya bersama keluarga dan teman.

China

Umat Muslim di China merayakan Idul Fitri dengan cara yang tidak jauh berbeda, dimulai dengan sholat subuh di masjid sebelum menikmati makanan enak yang disponsori oleh masjid.

Idul Fitri adalah hari libur umum di provinsi Xinjiang dan Ningxia, sehingga penduduk setempat mendapatkan waktu libur untuk merayakannya dan tidak dipungut biaya tol jika ingin bepergian.

Camilan berbahan dasar tepung yang sering disajikan dengan sup dan nasi yang disebut you xiang populer di kalangan penduduk setempat selama Idul Fitri.

Penduduk setempat berpartisipasi dalam kegiatan rekreasi seperti mengunjungi taman kota, bernyanyi, menonton barongsai, dan pertunjukan seni bela diri. Mereka juga membersihkan kuburan nenek moyang mereka, mirip dengan festival tahunan Qingming China.

ilustrasi

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab merayakan Idul Fitri dengan gaya megah dengan ratusan acara yang direncanakan dengan cermat. Setelah sholat, mereka menghabiskan hari mereka dengan bertemu teman-teman, menikmati pesta dan mengambil bagian dalam salah satu dari banyak kegiatan meriah yang dapat berkisar dari pertunjukan sulap hingga melihat taman hiburan yang didekorasi.

Orang Emirat juga merayakan Idul FItri dengan makan hidangan domba yang dimasak lambat dan disajikan dengan nasi berbumbu serta kacang pinus goreng yang disebut Ouzi.

Islandia

Pada puncak musim panas, matahari tetap berada di langit untuk waktu yang lebih lama dari biasanya, dan Muslim yang tinggal di Islandia harus berpuasa hingga 22 jam sehari. Untuk mengatasinya, para ulama dan ahli Islam menawarkan alternatif bagi Muslim yang tinggal di negeri matahari tengah malam ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini