Orang Naik Pesawat Lebih Mudah Tertular Virus Corona, Masa Iya?

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 13 Mei 2021 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 406 2409467 orang-naik-pesawat-lebih-mudah-tertular-virus-corona-masa-iya-eA2Gx4WMjP.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Banyak pelancong memiliki kesalahpahaman bahwa mereka lebih cenderung terpapar virus setelah penerbangan karena menghirup “udara yang sama” dengan yang terkontaminasi oleh virus saat penumpang lain batuk atau bersin.

Faktanya, jet modern memiliki sistem penyaringan udara yang sangat canggih, membuat transmisi melalui udara yang Anda hirup di dalam pesawat sangat tidak mungkin.

David Nabarro, utusan khusus WHO untuk Covid-19, mengatakan bahwa perjalanan udara “relatif aman” terkait dengan penyebaran virus corona.

“Satu hal yang baik tentang pesawat adalah sistem ventilasi mencakup filter yang sangat kuat yang berarti dalam pandangan kami mereka relatif lebih aman,” katanya kepada BBC News.

“Mengingat sistem ventilasi yang sangat baik pada pesawat komersial modern dan metode utama penularan (infeksi saluran pernapasan) adalah melalui kontak langsung dan / atau udara, sebagian besar risiko didapat penumpang yang duduk di baris yang sama, di belakang atau di depan seseorang yang sakit,” kata Dr David E Farnie, direktur medis Pusat Respons Global untuk MedAire Worldwide, kepada The Independent.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), yang telah melakukan penelitian ekstensif tentang topik transportasi udara dan penyakit menular, mendukung pernyataan bahwa orang-orang yang berada di dalam pesawat tidak lebih mungkin jatuh sakit daripada siapapun di ruang tertutup.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini