Nekat Bertamu saat Idul Fitri Bakal Didenda hingga Rp38 Juta

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 13 Mei 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 406 2409642 nekat-bertamu-saat-idul-fitri-bakal-didenda-hingga-rp38-juta-S7fTuFljco.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SIAPAPUN yang ketahuan menginisiatifkan pertemuan di Abu Dhabi akan didenda Dh10.000 atau sekitar Rp38,7 juta. Sementara setiap tamu yang datang dikenakan denda Dh5.000 atau Rp19,3 juta.

Melansir Gulf Business, pejabat tinggi kepolisian di UEA telah memperingatkan pertemuan untuk merayakan Idul Fitri 2021 sebagai langkah yang tidak diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Tempat Wisata Lebaran di Bandung Favorit Keluarga, Ini 3 Pilihannya

buka puasa

Polisi Abu Dhabi turun ke media sosial pada Selasa untuk mengungumkan bahwa semua pertemuan dan pesta di Emirat dilarang dan tuan rumah dari pertemuan semacam itu akan didenda Dh10.000 (Rp38,7 juta), sedangkan setiap tamu juga akan didenda Dh5.000 (Rp19,3 juta). Polisi telah meminta masyarakat untuk melaporkan setiap pelanggaran atas arahan ini.

Menurut laporan media lokal, Polisi Dubai juga mengeluarkan aturan yang melarang pertemuan lebih dari lima orang di Emirat. Tuan rumah pertemuan yang melanggar arahan ini dilaporkan akan didenda Dh50.000 (Rp193,9 juta), sementara setiap tamu yang hadir juga akan didenda Dh15.000 (Rp58,1 juta).

Pada hari Senin, Dr. Saif Al Dhaheri, juru bicara resmi dari Otoritas Manajemen Bencana dan Krisis Darurat Nasional (NCEMA), menekankan pentingnya menghindari kunjungan dan pertemuan keluarga dan menerapkan semua tindakan pencegahan lainnya, lapor kantor berita negara WAM.

Dia mengimbau warga untuk bertukar salam Idul Fitri secara virtual dan menahan diri untuk tidak bertukar hadiah atau makanan antar tetangga, serta menghindari memberikan hadiah Idul Fitri dan hadiah uang tunai kepada anak-anak.

NCEMA menegaskan bahwa sholat Idul Fitri hanya dapat dilakukan selama 15 menit dan harus dilakukan dengan hadirin yang mengenakan masker dan menjaga jarak fisik.

Al Dhaheri mengatakan bahwa orang yang terinfeksi Covid-19, atau mereka yang terpapar pada orang yang terinfeksi, dan orang dengan penyakit kronis juga, dilarang menghadiri sholat Idul Fitri ini.

Doa akan dilakukan di masjid dan mushola yang disetujui di seluruh UEA. Dia mengatakan bahwa orang tua berusia di atas 60 tahun dan anak-anak di bawah 12 tahun tidak boleh pergi ke masjid demi keselamatan mereka sendiri.

Pihak berwenang akan mengawasi proses masuk dan keluar dari masjid untuk menghindari kepadatan dan mengatur sholat, menambahkan bahwa masjid akan dibuka 15 menit sebelum sholat dan akan ditutup segera setelah sholat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini