Share

Mengenal Ngejot, Tradisi Lebaran di Bali Bareng Umat Hindu

Fatha Annisa, Jurnalis · Jum'at 14 Mei 2021 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 406 2409993 mengenal-ngejot-tradisi-lebaran-di-bali-bareng-umat-hindu-ta1oF4qPIy.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

TRADISI Lebaran di Bali, yang dikenal Ngejot dilakukan turun-temurun oleh umat Muslim dan Hindu. Jadilah tradisi ini cukup menarik, karena menunjukkan kerukunan umat beragama.

Pulau Dewata, begitu Bali kerap kali disapa. Ini adalah salah satu pulau ternama di Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas beragama Hindu.

Tidak bisa dipungkiri lagi jika toleransi beragama dijunjung tinggi oleh masyarakat pulau ini. Buktinya adalah keberadaan Tradisi Ngejot ketika Lebaran tiba.

 bali

Ngejot dalam bahasa Bali berarti “memberi”. Sesuai namanya, dalam tradisi ini umat muslim akan mengunjungi tetangga dan memberikan makanan. Ngejot mulai dilakukan ketika bulan Ramadhan tiba hingga Hari Raya Idul Fitri.

Menariknya, mereka tidak hanya berbagi ke tetangga muslim saja. Tradisi Ngejot tidak memandang agama apa yang dipeluk baik pemberi atau penerimanya. Oleh karenanya, makanan yang diberikan biasanya berupa hidangan yang tidak mengandung sapi ataupun buah-buahan.

Umat Hindu di Bali akan melakukan hal yang sama dan membalas pemberian umat muslim pada Hari Raya Galungan, Nyepi dan Hari Raya Kuningan. Tak hanya itu, Ngejot juga dilakukan saat perayaan Hari Raya Idul Adha.

Ngejot diwariskan secara turun temurun dari leluhur sebagai bentuk rasa terima kasih. Tradisi ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan hubungan silaturahmi, mengenal tetangga sekitar, membangun hubungan masyarakat menjadi lebih baik, dan menumbuhkan rasa toleransi serta menciptakan kedamaian antar umat beragama.

Selain Ngejot, ada pula tradisi Pengayaman yang dilaksanakan masyarakat Bali, tepatnya warga muslim di Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng. Tradisi ini dilakukan tiga hari menjelang lebaran. Dalam tiga hari itu terdapat tiga proses tradisi yaitu Penapean (membuat tape), Penyajaan (membuat jaje uli), dan penampahan.

Satu lagi tradisi di hari kemenangan warga muslim Bali, yakni Lebaran Ketupat. Tradisi ini merupakan kegiatan makan ketupat bersama-sama satu minggu setelah Idul Fitri. Biasanya dilakukan di Pantai Sanur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini