Kasari Pramugari lalu Buang Ingus di Selimut Pesawat, Penumpang Didenda Rp150 Juta

Indah Salsabillah, Jurnalis · Sabtu 15 Mei 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 406 2410177 kasari-pramugari-lalu-buang-ingus-di-selimut-pesawat-penumpang-didenda-rp150-juta-VlM3g1qwCT.jpg ilustrasi (stutterstock)

AKSI penumpang satu ini sangat tak layak ditiru. Setelah menolak memakai masker dan bersikap kasar ke pramugari yang menegurnya, pria itu juga membuang ingus ke dalam selimut pesawat yang mengganggu penumpang lain.

Atas perbuatan buruknya itu, sang pria terancam didenda $10.500 atau sekira Rp150 juta.

Baca juga:  Gegara Sampah, Pramugari Diserang Penumpang hingga Terluka dalam Penerbangan

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat atau The Federal Aviation Administration (FAA) dalam siaran persnya menjelaskan hukuman termasuk denda akan dijatuhkan ke penumpang tersebut atas insiden yang terjadi pada penerbangan maskapai JetBlue pada 27 Desember 2020.

Melansir laporan dari Fox News, Jumat (14/5/2021), menurut FAA penumpang tersebut bertindak dengan cara menganggu awak pesawat pada saat menjalankan tugas mereka.

"FAA menegur penumpang berulang kali diabaikan dan bersikap kasar kepada pramugari yang mengintruksikan dia untuk memakai masker," kata siaran pers tersebut. Pada satu titik, saat tidak memakai masker wajah, dan membuang ingus ke dalam selimut," tulis pernyataan itu.

FAA telah mengusulkan denda $10.500 terhadap penumpang tersebut. Namun, ia memiliki beberapa opsi untuk menangapinya, lapor MSN.

Baca juga:  Cara Mencegah Tertular COVID-19 saat Traveling dengan Pesawat

Penumpang yang dipermasalahkan dilaporkan dapat meminta hukuman yang lebih rendah, mencoba untuk membuktikan bahwa dugaan insiden itu tidak benar-benar terjadi.

FAA mencatat ada 1.300 insiden pelancong berperilaku buruk di pesawat.

FAA memberlakukan kebijakan toleransi nol pada Januari untuk penumpang maskapai yang sulit diatur. Kebijakan itu awalnya dimaksudkan untuk berakhir pada 30 Maret 2021, tetapi FAA mengumumukan pada pertengahan Maret bahwa mereka akan memperpanjang kebijakan memakai masker CDC dan TSA berlaku.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini