Curhat Pelaku Usaha atas Penutupan Objek Wisata saat Libur Lebaran

Antara, Jurnalis · Sabtu 15 Mei 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 406 2410206 curhat-pelaku-usaha-atas-penutupan-objek-wisata-saat-libur-lebaran-s0Uuz1kYDl.jpg Jam Gadang dan Pasar Ateh Bukittinggi ditutup (Antara)

PELAKU usaha dan wisata di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mengeluhkan sepinya kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2021, akibat dampak dari penutupan sejumlah objek wisata untuk menekan COVID-19.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Sumatera Barat, Rinaldi di Bukittinggi mengatakan, Bukittinggi sebagai kota wisata harus menutup objek wisata sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk menekan meningkatnya keramaian selama libur Lebaran sebagai antisipasi penyebaran wabah COVID-19.

Baca juga:  Kue Sapik Sajian Khas Lebaran di Ranah Minang, Begini Cara Bikinnya

"Penutupan objek wisata akibat wabah pandemi ini mengakibatkan Bukittinggi sepi, kami para pelaku ekonomi wisata sangat terdampak," katanya, Jumat.

Dia berharap adanya kebijakan baru untuk membuka objek wisata di Bukittinggi dengan aturan dan protokol ketat sehingga roda perekonomian warga tetap berjalan.

"Sebaiknya agar objek wisata tetap buka dengan prokes (protokol kesehatan) yang ketat sehingga pada Lebaran Idul Fitri ini Kota Bukittinggi tetap ramai didatangi pengunjung," kata dia.

 

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh pelaku wisata lainnya yang berprofesi sebagai kusir Bendi Wisata Bukittinggi.

"Hari ini bahkan saya tidak mendapatkan penyewa Bendi di lokasi Pasa Ateh dan Jam Gadang," kata pelaku wisata Panduko.

Baca juga:  Tempat Wisata di Pariaman Tetap Buka saat Libur Lebaran

Menurutnya, dengan pelarangan memasuki lokasi Jam Gadang dan tutupnya objek wisata di Bukittinggi menjadi alasan utama sepinya wisatawan yang datang.

Sepinya pengunjung di Bukittinggi nyaris sama dengan keadaan di 2020 dikarenakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

"Tetapi di 2020, kunjungan wisatawan lebih sedikit dari saat ini karena PSBB" kata dia.

Bendi Wisata di Bukittinggi menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi.

Tarif Bendi Wisata di Pasa Ateh Bukittinggi saat ini adalah Rp100 ribu untuk satu kali keliling pusat Kota Bukittinggi.

 ilustrasi

Dari pantauan di lapangan, di hari kedua Lebaran tahun ini, hampir setengah dari pedagang di pusat Kota Bukittinggi sudah mulai membuka usahanya.

Lokasi yang terlihat mulai dikunjungi warga adalah di Pasa Ateh dan Lapangan Kantin serta Jalan Sudirman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini