Bobol Aplikasi Restoran demi Ayam Goreng Gratis, 5 Pelajar Dipenjara

Mila Widya Ningrum, Jurnalis · Minggu 16 Mei 2021 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 406 2410520 bobol-aplikasi-restoran-demi-ayam-goreng-gratis-5-pelajar-dipenjara-UmY39fkzW1.jpg Ilustrasi ayam goreng (Independent)

LIMA pelajar China dijebloskan ke penjara setelah seorang di antaranya menipu KFC. Sang siswa mengeksploitasi kesalahan sistem pemesanan online restoran cepat saji itu untuk mendapatkan persediaan ayam goreng gratis tak terbatas dan kemudian menjualnya kembali kepada teman-temannya.

Kelima pelaku sekarang sudah divonis penjara dan denda oleh pengadilan setempat.

Baca juga: Turis Terjebak di Jembatan Kaca yang Rusak Diterjang Angin, Netizen Heboh

Melansir dari INDEPENDENT, Sabtu (15/5/2021), mahasiswa berusia 23 tahun yang diidentifikasi sebagai Xu tersebut, menipu KFC dari makanan gratis senilai £6.500 atau Rp130 juta hanya dalam enam bulan, setelah ia pertama kali menemukan celah dalam aplikasi selulernya pada 2018.

Menurut laporan Thepaper.cn, dia kemudian berbagi rahasia kepada empat temannya. Setelah itu, kelimanya lalu bersama-sama melakukan penipuan untuk mendapatkan ayam goreng gratis senilai £15.500 atau sekitar Rp311 juta sebelum mereka ditangkap oleh polisi.

Xu dipenjara selama dua setengah tahun dan didenda £700 atau Rp14 juta, sementara teman-temannya dipenjara masing-masing antara 13 bulan dan dua tahun.

Baca juga: Mulianya Seorang Ibu, Rela Bangun Jembatan agar Putranya Bisa Bersekolah

Dia pertama kali menemukan kesalahan pada aplikasi KFC ketika secara tidak sengaja mengetahui dapat membeli makanan menggunakan voucher dari aplikasi ponsel KFC, tetapi juga mendapatkan pengembalian kupon dengan menggunakan aplikasi WeChat.

Sejak Xu mulai mendapatkan makanan gratis dari KFC untuk dirinya sendiri dan membagikan skema tersebut kepada teman-temannya, dia juga mulai menjual makanan kepada teman-temannya dengan harga diskon untuk mendapatkan keuntungan tanpa membayar apapun.

Mereka berlima akhirnya ditangkap dan Xu mengaku bersalah karena menggunakan kesalahan tersebut untuk mendapatkan ayam gratis serta berbagi informasi dengan teman-temannya.

Insiden itu menjadi topik diskusi yang sedang hangat di media sosial China dengan beberapa pengguna mengatakan hukumannya keras sementara yang lain mengatakan aplikasi harus disalahkan karena celah dalam sistem pemesanannya.

Pengadilan memutuskan bahwa lima dari mereka menggunakan metode kriminal untuk memanfaatkan ketidakcocokan data dalam sistem pemesanan KFC dan melakukan penipuan.

“Antara April hingga Oktober 2018, Xu menyebabkan kerugian senilai £6.500 (Rp130 juta) kepada KFC dengan pesanannya dan demikian pula teman-temannya memesan makanan masing-masing senilai £1.000 (Rp20 juta) dan £ 5.200 (104 juta),” kata pengadilan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini