Tempat Wisata Abai Prokes, Sandiaga Uno Minta Pemda Berikan Sanksi

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 16 406 2410929 tempat-wisata-abai-prokes-sandiaga-uno-minta-pemda-berikan-sanksi-nnowhmQSc3.jpeg Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Kemenparekraf)

LIBUR Lebaran sejumlah tempat wisata di Tanah Air ditutup akibat kerumunan pengunjung. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno terus memantau dan akan mengevaluasi.

Sandi menuturkan, Kemenparekraf telah bersinergi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait, Satgas Covid-19 serta Pemda untuk memantau penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Ia meminta pemda dan pengelola wisata untuk mengevaluasi kunjungan wisatawan.

"Kami akan berkoordinasi, terutama dengan pemerintah daerah dan juga pengelola tempat wisata untuk mengevaluasi kunjungan wisatawan yang over capacity (melampaui kapasitas)."

"Jangan sampai di tempat wisata kita melihat masyarakat yang abai protokol kesehatan," katanya lewat siaran pers.

Sandi menambahkan, evaluasi ditentukan dari plus dan minus pembukaan tempat wisata. Menurutnya, juga ada buku panduan ini sudah dibagikan dan sudah disosialisasikan dan diedukasikan.

"Namun penerapannya, tentunya masih ada dalam tiga kategori," tambahnya.

Kategori tersebut antara lain, pelaku parekraf yang sudah melakukan secara ketat dan disiplin, pelaku parekraf yang masih membutuhkan perbaikan dan pelaku parekraf yang sama sekali belum menerapkan protokol kesehatan ketat dan disiplin.

Sandi menegaskan, Kemenparekraf akan terus bekerja sama dengan aparat dan pemerintah daerah untuk memastikan kepatuhan akan penerapan protokol kesehatan.

Di samping itu, pemerintah juga membutuhkan peran serta dari masyarakat agar patuh dan tidak abai dengan protokol kesehatan.

"Kami akan secara tegas berkoordinasi untuk menindaklanjuti agar dalam beberapa hari ke depan ini bisa kita tingkatkan, agar tidak memicu penularan Covid-19," ungkap Sandiaga Uno.

"Dan bagi para pengelola destinasi wisata, terutama di zona-zona yang memiliki potensi risiko yang lebih tinggi, maka jika tidak bisa menerapkan (protokol kesehatan), maka tentunya kami memberikan arahan agar destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif tersebut lebih baik ditutup," tegasnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Sandi juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, juga untuk memberikan sanksi kepada pihak pengelola destinasi wisata yang abai terhadap protokol kesehatan.

Selain itu, berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi pengelola tempat wisata yang belum siap menerapkan protokol kesehatan yang tepat dan benar.

"Libur lebaran ini masih akan berlanjut satu minggu ke depan, oleh karena itu kami meminta kepada seluruh masyarakat dan mengarah agar mematuhi aturan dengan penerapan protokol kesehatan di mana pun ketika bepergian," jelasnya.

Tujuannya, ujar Sandi, agar kondisi ekonomi yang kini mulai pulih. Terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif  dapat terjaga.

"Harapan agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini bangkit dan pulih, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, patuh terhadap protokol kesehatan dan mampu untuk menjadi lokomotif, agar kita bisa melihat SDM-SDM yang diberi pelatihan mampu untuk mengawal program pemerintah yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini