Wisata Bandung Barat-Pangandaran Bisa Dibuka Lagi, Syaratnya Ketat!

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 406 2411281 wisata-bandung-barat-pangandaran-bisa-dibuka-lagi-syaratnya-ketat-9WAfszsXSw.jpg Kawah Putih. (Foto: Instagram)

SEMPAT ditutup sementara oleh Pemprov Jawa Barat (Jabar), seperti di kawasan Ciwidey, Pangandaran dan sekitarnya, kini sejumlah destinasi wisata di Jabar akan kembali dibuka. Namun dengan beberapa persyaratan ketat sesuai protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik mengimbau agar setiap tempat wisata dapat menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Imbauan tersebut dilakukan, supaya tidak ada klaster baru Covid-19 di wilayah pariwisata. Apabila terjadi adanya pelanggaran prokes, maka akan ditutup kembali.

Wisata

"Jangan sampai ada pergeseran dari zona kuning ke zona merah. Tadi diarahkan Pak Bupati, apabila ada yang melanggarnya (prokes) itu akan langsung ditutup. Jangan sampai kita mengabaikan yang terkait prokes," ujar Dedi seperti dikutip dari Instagram resmi @disparbudjabar, Senin (17/5/21).

Sementara itu, beberapa tempat wisata di Kabupaten Bandung yang terlambat adanya penutupan, maka akan dilakukan evaluasi dan koordinasi melalui Disparbud Jabar, Disparbud Kabupaten Bandung, Dinas Kesehatan, dan beberapa instansi terkait.

"Jangan sampai ada klaster baru di tempat wisata. Kita akan melakukan early warning dengan mengadakan test antigen di tempat wisata," terangnya.

Ia melanjutkan, salah satunya adalah di Kawah Putih. H tersebut sebagai langkah awal, untuk lakukan 3T yaitu Testing, Tracing dan Treatment.

"Itu yang kami lakukan dari gugus tugas provinsi maupun kabupaten," tuturnya.

Sebelumnya Kadispar Jabar dan Bupati Bandung, Dadang Supriatna menutup pariwisata di kawasan Bandung. Sebab membludaknya para wisawatan yang datang dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar kota.

Tiga destinasi yang ditutup di Bandung, yaitu Pasirjambu, Ciwidey, serta Rancabali. Hal tersebut merupakan langkah tegas agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 khususnya di destinasi wisata saat libur Idul Fitri 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini