Larangan Mudik, Penumpang Kereta Turun 83%

Fatha Annisa, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 02:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 406 2411334 larangan-mudik-penumpang-kereta-turun-83-uPDybROGLF.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

TAHUN ini mudik Lebaran lagi-lagi ditiadakan. Namun PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, di luar kepentingan mudik. Dalam siaran persnya, KAI juga menjelaskan aturan keberangkatan bagi calon penumpang.

Dilaporkan melalui siaran pers, KAI menyampaikan ada penurunan jumlah pelanggan Kereta Api (KA) Jarak Jauh sebesar 83% selama periode 6 sampai 17 Mei 2021 yang hanya melayani rata-rata 6 ribuan pelanggan per hari, dibanding pada masa pengetatan pra mudik, 22 April sampai 5 Mei, yaitu sekitar rata-rata 36 ribu pelanggan per hari.

Sementara orang-orang pengecualian yang diberangkatkan menggunakan KA Jarak Jauh antara lain orang yang memiliki kepentingan pekerjaan, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka karena anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non mudik lain.

“Seluruh pelanggan kami verifikasi berkas-berkasnya terlebih dahulu secara cermat dan teliti. Jika tidak lengkap maka tidak akan kami izinkan untuk berangkat,” ujar Joni Martinus, VP Public Relations KAI melalui siaran pers.

Baca Juga: Wisata Bandung Barat-Pangandaran Bisa Dibuka Lagi, Syaratnya Ketat!

Terdapat 4.323 orang yang tidak diperbolehkan berangkat karena tidak membawa surat izin perjalanan dan 817 orang yang tidak membawa berkas surat bebas Covid-19 yang berlaku. Sedangkan 38 KA Jarak Jauh tetap dioperasikan per harinya pada masa peniadaan mudik.

 kai

"Pada masa peniadaan mudik KAI mengoperasikan 38 KA Jarak Jauh per hari. Seluruh operasional kereta api berjalan dengan lancar dan pelayanan baik di stasiun maupun kereta api juga berjalan tertib," ujar Joni.

Memasuki masa pengetatan pasca peniadaan mudik yaitu 18-24 Mei 2021, KAI kembali mengoperasikan 144 KA Jarak Jauh per hari ke berbagai daerah. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, web resmi KAI, dan channel resmi penjualan tiket KAI lain.

Dalam siaran pers juga dijelaskan bahwa pelanggan KA Jarak Jauh kini hanya perlu melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 berupa surat keterangan negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau GeNose C19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam.

Dalam upayanya mempermudah pelanggan, KAI menyediakan layanan Rapid Test Antigen di 42 stasiun dan pemeriksaan GeNose C19 di 54 stasiun. Harga yang dibandrol untuk Rapid Test Antigen adalah Rp85.000 dan GeNose C19 sebesar Rp30.000.

Penumpang yang tidak menunjukan surat keterangan negatif Covid-19 dan tidak mematuhi protokol kesehatan akan dikenakan bea batal sebesar 25%. Proses pembatalan dapat dilakukan di loket stasiun pembatalan dengan proses tunai atau skema transfer, atau menghubungi Contact Center 121 selambat-lambatnya 30 menit sebelum keberangkatan dengan skema transfer saja.

Pengembalian bea tiket terhitung setelah hari ke-30 sejak permohonan pembatalan. Sedangkan tiket calon penumpang dengan suhu tubuh di atas 37,3 derajat celcius saat boarding akan dikembalikan 100% melalui semua loket stasiun penjualan.

"KAI mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi aturan dan persyaratan yang ditetapkan selama masa peniadaan mudik. Terus terapkan protokol kesehatan secara konsisten dan disiplin untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutup Joni dalam siaran pers.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini