6 Tempat Wisata di NTT yang Keren Abis, Pantai Pink hingga Gurun Pasir

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 408 2411866 6-tempat-wisata-di-ntt-yang-keren-abis-pantai-pink-hingga-gurun-pasir-2P317VTZaX.jpg Labuan Bajo (Okezone)

NUSA Tenggara Timur (NTT) punya beragam tempat wisata alam dan bahari yang menakjubkan. Provinsi kepulauan di timur Indonesia ini termasuk salah satu destinasi favorit bagi pelancong nusantara maupun mancanegara.

NTT memang layak disebut sebagai surga wisata karena saking indah dan uniknya daerah tersebut. Di antaranya yang paling terkenal adalah Labuan Bajo, Taman Nasional Komodo dan Pulau Sumbawa.

Baca juga: 5 Keunikan Batu Termanu, Surga di NTT

Jika Anda tertarik menjadikan Nusa Tenggara Timur tujuan berlibur, berikut 6 tempat wisata yang bisa jadi pilihan :

1. Pantai Pink

Siapa yang tidak mengenal Labuan Bajo? Destinasi wisata yang jadi primadona di kalangan traveler domestik maupun mancanegara. Kawasannya yang merupakan gugusan pulau membuat Labuan Bajo dikelilingi oleh pulau-pulau cantik, misalnya Pantai Pink atau Pink Beach.

Lokasi pasti Pink Beach berada di kawasan Taman Nasional Komodo. Daya tarik utama objek wisata ini tentunya pasirnya yang berwarna merah muda, bukan putih layaknya merica.

ilustrasi

Pantai Pink (Instagram @rezyavenzka)

Warna merah muda tersebut ternyata berasal dari hewan berukuran mikroskopik bernama Foraminifera yang memberikan warna merah pada koral.

Koral-koral tersebut terbawa ombak menuju pesisir, lalu menjadi serpihan yang menyatu dengan pasir. Pantai dengan keunikan seperti ini hanya ada beberapa saja di dunia, loh!

Selain merebahkan tubuh di atas hamparan pasir merah muda, wisatawan juga bisa melakukan snorkeling di Pink Beach dan menyaksikan kehidupan bawah laut. Berbagai macam koral dan spesies ikan akan membuat Anda kagum. 

Tak hanya itu, di sini pengunjung juga bisa bertemu dengan komodo dragon, spesies reptil terbesar yang tidak bisa ditemukan di belahan dunia lainnya.

Baca juga: 6 Pantai Cantik bak Kepingan Surga di Pulau Semau NTT

Namun, pastikan Anda tidak mendekati atau mengganggu komodo yang ada demi alasan keselamatan. Lebih baik lagi, wisatawan datang bersama pemandu wisata yang lebih memahami wilayah ini.

2. Danau Kelimutu

Danau Kelimutu atau Tiwu Kelimutu berada di Woloara, Kelimutu, Kabupaten Ende. Nama Kelimutu sendiri diambil dari kata “Keli” yang berarti gunung dan “Mutu” yang artinya mendidih.

Terdapat tiga danau yang ada di kawasan ini. Ketiganya memiliki warna berbeda dan dapat berubah setiap saat. Itulah mengapa Danau Kelimutu juga dikenal sebagai Danau Tiga Warna.

Menurut beberapa pakar, air danau dapat berubah warna akibat komposisi material yang terdapat di dasar danau.

 ilustrasi

Danau Kelimutu (Sabra)

Ketiga danau di kawasan ini bernama Tiwu Ata Polo (danau warna merah), Tiwu Nua Muri Koo Fai (danau warna biru) dan Tiwu Ata Mbupu (danau warna putih).

Tiga danau ini diperkirakan memiliki luas sekitar 1.051.000 meter persegi. Uniknya masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa setiap warna memiliki makna tertentu.

Tiwu Ata Polo merupakan tempat untuk jiwa-jiwa yang telah meninggalkan dunia dan semasa hidupnya melakukan kejahatan. Tiwu Nua Muri Koo Fai sebagai tempat jiwa muda mudi yang telah meninggal. Sementara Tiwu Ata Mbupu merupakan tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang telah meninggal.

3. Desa Wae Rebo

Desa Wae Rebo, sebuah desa adat terpencil di Kabupaten Manggarai, NTT. Berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut membuat desa ini kerap kali dijuluki Kampung di Atas Awan.

Pada 2012, UNESCO resmi menyatakan Desa Wae Rebo sebagai warisan budaya dunia, menyisihkan 42 negara lain.

Hal paling mencolok yang sangat unik dari desa ini adalah arsitektur rumah penduduknya yang masih sangat tradisional. Bentuknya mengerucut dengan atap terbuat dari daun lontar. Keberadaannya yang jauh dari kota membuat keasrian suasana di sana masih sangat terjaga.

 ilustrasi

Desa Wae Rebo (Indonesia Travel)

Siapapun yang berkunjung ke sini juga akan dibuat kagum dengan keramahan penduduk aslinya. Di Desa Wae Rebo, pengunjung dapat merasakan keunikan budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang masih kental.

Oleh karenanya tak aneh meskipun perjalanan yang ditempuh untuk sampai cukup panjang, Desa Wae Rebo selalu disinggahi oleh wisatawan Indonesia maupun dunia.

4. Pulau Komodo

Sesuai namanya, Pulau Komodo adalah habitat asli fauna purba, yaitu Komodo. Pulau ini merupakan taman nasional yang berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa tenggara Barat.

Aman ini mencakup tiga pulau besar, yaitu Komodo, Padar, dan Rinca. Luar biasanya, ketiga pulau ini sama-sama menyuguhkan panorama alam yang sungguh menakjubkan.

Ya, di pulau yang dinamai oleh seorang Belanda bernama Letnan Steyn van Hens Broek pada tahun 1910 ini tidak hanya dikenal wisatawan dunia karena hewan endemiknya saja.

Bentang alamnya yang menawan juga membuat Pulau Komodo ramai pengunjung. Selain itu, masyarakat di sini sangat ramah.

 ilustrasi

Apakah Anda tahu mengapa hewan Komodo dan masyarakat setempat bisa hidup berdampingan di pulau ini? Ada sebuah mitos yang dipercaya oleh warga lokal.

Konon, di pulau ini dulunya hidup seorang putri bernama Putri Naga yang menikah dengan pemuda bernama Mojo. Mereka dikaruniai dua orang anak, Gerong dan Orah.

Saat dewasa, Gerong menjalani hidup normal di tempat asalnya. Sementara Orah dilepas untuk hidup di hutan. Suatu saat ketika Gerong tengah berburu kadal raksasa di hutan, sang ibu mencegahnya dan mengatakan bahwa kadal raksasa itu adalah saudaranya.

Setelah itu, kadal raksasa tersebut diperlakukan dengan baik oleh masyarakat.

5. Bukit Wairinding

Di Nusa Tenggara Barat terdapat sebuah kawasan yang dijuluki Negeri Seribu Bukit, yaitu Sumba. Hal ini karena gugusan perbukitannya menyuguhkan panorama alam yang buat orang terkesima. Salah satu bukit di Sumba yang patut jadi tujuan liburan Anda selanjutnya adalah Bukit Wairinding.

Terletak tepatnya di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawi, Sumba Timur. Perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai ke Bukit Wairinding kurang lebih 30 menit dari pusat kota Waingapu atau 3 hingga 4 jam dari pusat Sumba Timur. Meskipun begitu, tidak ada pengunjung yang merasa lelah ketika sudah sampai di bukit ini.

Datanglah ketika matahari akan terbenam atau terbit. Semburat jingga di garis cakrawala akan sangat terlihat dari puncak bukit, sinar oranye mengintip dari sela jajaran bukit yang berdiri dengan megah. Dijamin, pengunjung akan kagum dibuatnya.

 

Waktu lain yang cocok untuk singgah di sini adalah ketika musim kemarau tiba sekitar bulan Juni. Hamparan rumput hijau akan mengering, menjadikannya terlihat kecoklatan. Bukit Wairinding pun menjelma seolah-olah jadi padang savana yang eksotis.

6. Pantai Oetune

Ingin merasakan ada di tengah gurun pasir? Tidak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah atau Afrika Utara. Di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Tuafanu dan Oebelo, Kabupaten Timor Tengah Selatan terdapat wisata bahari bernama Pantai Oetune yang punya gurun pasir tak kalah eksotis.

Padang pasirnya berwarna kuning kecoklatan dengan luas mencapai 100 meter persegi. Gundukan-gundukan pasir terbentuk akibat tiupan angin. Di sepanjang batas pantai tumbuh Pohon Kasuari berusia puluhan tahun yang berjarak 6 sampai 8 meter. Ada juga Pohon Lontar yang menghiasi pantai. Kondisi lanskap pantai ini pun semakin terlihat dengan gurun pasir di Timur Tengah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini