Sejarah Candi Borobudur dan Arti Nama di Baliknya

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 406 2412295 sejarah-candi-borobudur-dan-arti-nama-di-baliknya-7guH6Ex8xf.jpg Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah (Indonesia.Travel)

CANDI Borobudur baru-baru ramai diperbincangkan netizen. Pasalnya ada seorang wisatawan asal Malaysia salah menyebut lokasi candi ini yakni di Yogyakarta. Padahal Borobudur terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Baca juga: Traveler Malaysia Sebut Candi Borobudur di Yogya, Ini Fakta dan Mitos Seputar Borobudur

Ya, Borobudur, salah satu candi Buddha terbesar di dunia ini memang sering kali disangka berada di Yogyakarta. Nyatanya Candi Borobudur terletak di Jalan Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Kecamatan Borobudur, Magelang.

Arti Nama Borobudur

Arti nama Borobudur dijelaskan oleh banyak teori. Beberapa sumber meyakini Borobudur berasal dari Bore-Budur yang kemungkinan ditulis Sir Thomas Stamford Raffles dalam buku Sejarah Pulau Jawa dalam tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi, yaitu desa Bore.

Ia juga menduga istilah ‘Budur’ berkaitan dengan Buda dalam bahasa Jawa yang berarti purba. Arkeolog lain beranggapan nama Budur berasal dari Bhudhara yang berarti gunung.

Pendiri Candi Borobudur

Hingga saat ini belum diketahui pasti siapa sosok yang merancang Candi Borobudur. Tidak ada bukti tertulis maupun konkrit yang menjelaskan pendiri candi megah ini. Namun beberapa sumber mengatakan Candi Borobudur dibangun sekitar abad ke-8 sampai 9 pada zaman keemasan Dinasti Syailendra.

Perkiraan waktu pembangunan dilihat dari perbandingan jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga Candi Borobudur dengan jenis aksara umumnya yang ada pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9 Masehi. Lokasinya berada di atas perbukitan tinggi dan berarsitektur rumit, dengan itu diperkirakan pembangunan candi diperkirakan memakan waktu 75 sampai 100 tahun lebih.

Baca juga: Pengelola Candi Borobudur Minta Tambahan Kuota Pengunjung Jadi 10 Ribu

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Candi Borobudur dibangun oleh seseorang bernama Samaratungga, seorang pemimpin Kerajaan Mataram Kuno yang merupakan keturunan Wangsa Sayilendra pada abad ke-8 Masehi.

Arsitektur Candi Borobudur

Mulanya, rancangan bangunan candi hanya berupa stupa tunggal besar yang memahkotai puncaknya. Karena pertimbangan yang mengatakan stupa terlalu besar dan berat akan berisiko membahayakan jika diletakkan di puncak, maka stupa tersebut dibongkar dan digantikan dengan tiga barisan stupa ukuran kecil serta satu stupa induk.

Bangunan Candi Borobudur terbagi ke dalam 10 tingkat dengan bentuk punden berundak. Ini menyimpan filosofi bahwa 10 tingkat tersebut adalah lambang tahapan dan proses hidup manusia. Ada enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat pelataran melingkar.

Dinding Candi dihiasi kira-kira 2.672 panel relief. Sedangkan 504 arca Budha berada di sana. Di puncak bangunan terdapat stupa besar yang menjadi mahkota.

Itu dikelilingi tiga barisan dari 72 stupa berlubang yang terdapat arca Budha duduk bersila di tengah bunga teratai sempurna dengan sikap tangan memutar roda dharma.

ilustrasi

Penemuan Candi Borobudur

Sir Thomas Stamford Raffles adalah orang yang pertama kali menemukan Candi Borobudur. Gubernur Jenderal Inggris ini menemukannya ketika ia tengah menghadiri kegiatan di Semarang dan mendengar informasi dari masyarakat bahwa di daerah Kedu ada susunan batu bergambar yang ditumbuhi semak belukar.

Candi tersebut lantas dibersihkan oleh orang Belanda utusan Raffles, lalu dilanjutkan oleh Residen Kedu bernama Hartman pada 1853.

Pemugaran pertama dilakukan pada tahun 1907 - 1911 oleh pemerintah Hindia Belanda pada bagian Arupadhatu (bagian atas candi). Sementara pemugaran kedua dilakukan pada tahun 1973 - 1983 oleh pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan UNESCO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini