Batal Dibuka Hari Ini, Objek Wisata di Mataram Tutup hingga 23 Mei

Antara, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 406 2412541 batal-dibuka-hari-ini-objek-wisata-di-mataram-tutup-hingga-23-mei-nGRqBBQBUF.jpg Monumen Tembolak Pelangi di Jalan Bypass BIL, Kota Mataram, NTB (Antara/Dhimas)

PEMERINTAH Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperpanjang penutupan objek wisata selama libur Idul Fitri 1442 Hijriah hingga Minggu 23 Mei 2021. Padahal, sebelumnya jadwal penutupan hanya sampai, Kamis (20/5/2021).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa mengatakan, perpanjangan penutupan objek wisata tersebut guna menghindari terjadinya penumpukan massa pada akhir pekan setelah Lebaran Topat (ketupat) yang dirayakan hari ini.

Baca juga:  Mataram Rancang City Tour, Turis Bisa Beli Mutiara

"Jika penutupan objek wisata hanya sampai 20 Mei, dikhwatirkan kunjungan masyarakat ke objek wisata meningkat pada akhir pekan dan sulit dikendalikan," katanya di Mataram.

Perpanjangan penutupan objek wisata tersebut sesuai dengan hasil rapat koordinasi perayaan Lebaran Ketupat Kota Mataram di Mapolresta Kota Mataram.

 

Dikatakan, beberapa objek wista yang ditutup untuk di wilayah Kecamatan Sekarbela adalah, Pantai Gading, Mapak Indah, Pantai Senja, Tanjung Karang, Pantai Selingkuh dan Loang Baloq.

Baca juga: Dibuka Mulai Hari Ini, Begini Aturan Pendakian Gunung Rinjani dan Tambora

Sementara untuk di Kecamatan Ampenan, kata Swandiasa, Pantai Boom, bekas pelabuhan, Pantai Penghulu Agung, Muara Meninting dan Makam Bintaro. Untuk Kecamatan Mataram, penutupan dilakukan pada arena bermain Kura-Kura Water Park.

"Sedangkan di Kecamatan Cakraneraga yang ditutup Taman Mayura dan Taman Selagalas serta kolam renang cantika untuk di Kecamatan Sandubaya," katanya.

Selain itu, lanjut Swandiasa, dalam rapat tersebut diputuskan juga dilakukan penyekatan pada pintu masuk kota di pos check point Gerimak, Dasan Cermen, dan Tembolak Jalan Lingkar Selatan.

"Pada salah satu pos check point tersebut, akan dilaksanakan pemeriksaan COVID-19 dengan menggunakan alat GeNose secara acak kepada warga yang akan masuk wilayah Kota Mataram," katanya.

 ilustrasi

Swandiasa berharap, dengan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah kota tersebut, bisa meminimalisir mobilisasi masyarakat saat puncak Lebaran Topat sekaligus memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Harapannya, masyarakat dapat merayakan Lebaran Topat bersama keluarga di rumah atau lingkungan masing-masing," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini