9 Fakta Menarik Masjid Al Aqsa, Saksi Bisu Konflik Israel-Palestina

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 408 2412453 9-fakta-menarik-masjid-al-aqsa-saksi-bisu-konflik-israel-palestina-LVftnXT0Vi.jpg Masjid Al Aqsa di Yarusalem (Freepik)

MASJID Al-Aqsa di Yarusalem merupakan masjid tertua kedua dunia setelah Masjidil Haram di Makkah. Masjidil Aqsa merupakan situs suci bagi umat Islam. Bangunan ini jadi saksi bisu konflik antara Palestina dan Israel sejak zaman dulu.

Dalam Islam, setiap Muslim dianjurkan oleh Nabi Muhammad dalam hadistnya yang masyhur untuk bepergian menziarahi tiga situs suci, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa.

Mengutip Aljazeera, Al-Aqsa menempati kompleks seluas 35 hektar yang disebut sebagai al-Haram al-Sharif, atau tempat suci bagi Muslim dan sebagai Temple Mount bagi orang Yahudi.

Baca juga: Masjid Al Aqsa, Saksi Isra Mikraj Nabi Muhammad Jadi Destinasi Wisata Religi

Kompleks ini berlokasi di Kota Tua Yerusalem, yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh Badan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO.

Menghimpun dari beberapa sumber, inilah fakta-fakta tentang Masjidil Aqsa:

1. Kiblat Pertama Umat Islam

Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama bagi umat muslim. Sebelum mengarah ke Kakbah saat salat, umat Islam dulunya berkiblat ke arah Tempat Suci di Yerusalem di mana Al-Aqsa berada.

Namun Nabi Muhammad mendapat petunjuk Allah untuk memindahkan kiblat menghadap Ka’bah yang berada di Masjidil Haram, Makkah.

ilustrasi

Kompleks Masjidil Aqsa (Unplash)

2. Pendiri Masjid Al-Aqsa

Sejarah mencatat Masjidil Aqsa dibangun pertama kali oleh Nabi Yakub, putra Nabi Ishak yang juga cucu Nabi Ibrahim. Kemudian Nabi Daud yang diutus setelahnya merenovasi masjid tersebut. Putra Nabi Daud yakni Nabi Sulaiman menyempurnakan bangunan masjid tersebut saat berkuasa.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Masjid Al Aqsa kembali dikuasi Muslim. Umar membangun ulang masjid itu dipertamakan semula, tapi ukarannya kecil.

Khalifah Umayyah Abdul Malik kemudian membangun lagi dan diselesaikan putranya Al-Walid pada 705 Masehi.

Pada 746, masjid ini hancur karena gempa dan dibangun lagi oleh khilafah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754. Sementara pada 780, dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi.

Baca juga: Semarak Ramadhan, Warga Palestina Hiasi Kota Yerusalem dengan Lentera Warna-warni

Lagi-lagi gempa terjadi pada 1033 lalu menghancurkan sebagian masjid. Dua tahun kemudian khaifah Fatimiyyah Ali Azh-Zhahir membangun kembali Masjidil Aqsa dan berdiri hingga saat ini.

3. Bukan Satu Masjid Saja

Di situs ini sebenarnya ada beberapa masjid. Di sebelah selatan ada masjid yang dikenal dengan nama Masjid Qibly, sebutan untuk situs yang paling dekat dengan kiblat. Masjid lainnya adalah Masjid Buraq, Masjid Marwani, dan lainnya.

Meskipun begitu semua bangunan termasuk kubah di situs ini dianggap sebagai Masjid Al-Aqsa atau Haram Al-Sharif (Tempat Suci yang Mulia)

4. Pernah Dibakar

Seorang zionis asal Australia, Dennis Michael Rochan membakar Masjid Al-Aqsa pada tahun 1969. Secara keseluruhan, termasuk mimbar yang dikenal dengan mimbar Salahuddin al-Ayyubi, terbakar.

Zionis tersebut pernah diadili di pengadilan Israel, namun pada akhirnya dibebaskan dengan alasan pelaku memiliki gangguan kejiwaan.

5. Pernah Jadi Tempat Sampah

Ada saat dimana tidak ada orang Yahudi yang diizinkan tinggal di Kota Yerusalem. Penduduk Romawi pun menguasai wilayah tersebut dan menggunakan area masjid menjadi tempat pembuangan sampah.

Ketika sahabat Nabi Muhammad, Umar bin Khatab membebaskan Kota Yersualem, ia membersihkan sampah itu dengan tangan kosongnya. Umar bin Khatab juga mengakhiri pengasingan orang-orang Yahudi dan mengundang 70 keluarga di sebuah desa pengungsi terdekat kembali ke Yerusalem untuk memberikan hak mereka tinggal di sana.

6. Kubah Emas (Dome of Rock)

Jika memikirkan Al-Aqsa mungkin yang langsung terlintas dalam bayangan pertama kali adalah kubah emasnya. Faktanya kubah emas atau yang dijuluki Dome of Rock itu dikatakan sebagai kubah pertama yang pernah ada dalam arsitektur Islam, sebelum menjadi bagian pokok masjid-masjid di dunia saat ini.

Kubah Batu awalnya terbuat dari kayu. Dibangun oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwan. Kemudian dihiasi dengan potongan marmer dan lapisan emas khas pada masa pemerintahan Khalifah Ottoman, Suleiman Yang Agung.

7. Jejak Isra Mikraj Nabi Muhammad

Umat Islam meyakini Nabi Muhammad meninggalkan jejak di Masjid Al-Aqsa saat peristiwa Isra Mikraj atau dikenal sebagai perjalanan Nabi Muhammad dari Masjid Al-Aqsa ke langit dalam waktu semalam. Pada peristiwa ini perintah shalat dari Allah untuk umat Islam turun dengan menggunakan Buraq.

ilustrasi

8. Punya Perpustakaan Sendiri

Perpustakaan Al-Aqsa didirikan pada tahun 1923 oleh Dewan Legislatif Muslim Tertinggi. Ini mencakup koleksi manuskrip yang berharga dan karya-karya yang diterbitkan dalam studi Islam dan Arab.

9. Tempat Imam Al-Ghazali Menulis Kitab Ihyaa’ Ulumuddin

Ihyaa’ Ulumuddin merupakan salah satu kitab paling terkenal dalam sejarah literatur Islam. Kitab ini karya ulama besar Islam Abu Hamid Al-Ghazali, seseorang yang dihormati oleh semua aliran pemikiran karena kemampuannya dalam mendalami ajaran Al-Quran dan hadits Nabi Muhammad.

Al-Ghazali menulis kitab legendaris itu di Masjid Al-Aqsa ketika ia sempat tinggal sementara waktu di sana. Sebuah bangunan di Masjid Al-Aqsa pernah ditandai sebagai lokasi kamar lamanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini