Satgas COVID-19 Tutup Paksa Wisata Air di Kudus karena Pengunjung Membeludak

Antara, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 406 2413007 satgas-covid-19-tutup-paksa-wisata-air-di-kudus-karena-pengunjung-membeludak-77o8FvTYVh.jpeg Wisata Balong Sangkal Putung di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Antara)

TIM Satgas COVID-19 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menutup objek wisata air di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo karena pengunjung membeludak sehingga melebihi batas maksimal pengunjung sekitar 30 persen dari kapasitas yang dimiliki.

"Kenyataan pengunjung mencapai 200-an orang, sedangkan kapasitas maksimal 300-an orang sehingga ketika memenuhi ketentuan maksimal 30 persen harusnya 75-100 orang," kata Camat Mejobo Aan Fitrianto di Kudus, Kamis (20/5/2021).

Baca juga:  Desa di Kudus Kembangkan Wisata Air

Dengan jumlah pengunjung yang membeludak, kata dia, membuat kerumunan yang berpotensi bisa menjadi tempat penularan COVID-19, sehingga harus ditutup agar tidak terjadi klaster baru.

Sebelumnya, kata dia, sudah diimbau untuk menutup, namun karena pengelola dari Pokdarwis Desa Kesambi menyatakan siap, akhirnya diperbolehkan buka dengan mematuhi aturan sesuai surat edaran Dinas Pariwisata.

 

Dari sisi kesiapan pengelola, dia mengakui memang cukup bagus, karena ada petugas yang memeriksa suhu tubuh, termasuk memastikan pengunjung pakai masker serta tersedia sarana tempat cuci tangan.

Akan tetapi karena pengunjungnya membeludak sehingga hari ini Objek Wisata Balong Sangkal Putung di Desa Kesambi itu langsung ditutup untuk menghindari penularan COVID-19.

Baca juga:  Perayaan Tradisi Syawalan Ditiadakan, Objek Wisata Boleh Buka

Membeludaknya jumlah pengunjung, kata dia, karena hari ini puncak perayaan Syawalan sehingga ramai, sedangkan hari biasa hasil pantauan sebelumnya pengunjungnya sangat sedikit.

Penutupan ini juga bersifat sementara sampai kondisi sudah memungkinkan wisata air tersebut dibuka kembali.

Sementara itu, Kapolsek Mejobo AKP Cipta menjelaskan tim Satgas COVID-19 akan terus memantau sejumlah tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan serta mengimbau wisatawan agar patuh menggunakan masker.

Ia juga mengakui masih ada warga yang melintas tanpa menggunakan masker. Sedangkan untuk pengunjung di tempat wisata tidak ada karena sebelum masuk mereka harus memakai masker.

 ilustrasi

Kepala Desa Kesambi M. Masri menjelaskan sebenarnya pihaknya telah mengantisipasi agar pengunjung tidak membludak dengan tidak melakukan promosi wisata tersebut.

Tetapi, pada Kamis ini bisa membeludak cukup banyak karena hari biasa hanya 30-an orang, termasuk saat libur Lebaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini